Gubernur NTT Soroti Tata Kelola Penyajian Makanan dalam Program MBG

oleh -1549 Dilihat
Gubernur NTT Pimpin Rapat Tour De EnTeTe dan Program MBG. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah berjalan di berbagai wilayah NTT.

Dalam rapat koordinasi bersama jajaran terkait, Rabu (23/7/2025), Gubernur menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG agar pelaksanaannya bisa dipercepat dan berjalan lebih baik, sejalan dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Program MBG ini sudah berjalan, dan saat ini sudah waktunya kita lakukan evaluasi pelaksanaannya agar dapat dipercepat sesuai arahan dari pemerintah pusat,” kata Gubernur Melki.

NTT sendiri mendapat kuota untuk mendirikan 800 dapur MBG, dengan target minimal 600 dapur. Gubernur menekankan bahwa percepatan pendirian dapur ini penting, tidak hanya untuk pemenuhan gizi anak-anak, tapi juga sebagai sarana menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini bukan hanya soal gizi anak-anak, tapi juga soal ekonomi. Dapur MBG dapat membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Menanggapi peristiwa keracunan makanan yang terjadi di Kota Kupang dan Sumba Barat Daya, Gubernur menegaskan bahwa masalah tersebut bukan terletak pada substansi program, melainkan pada tata kelola penyajian makanan yang perlu dibenahi.

“Kalau kita kerja sesuai dengan arahan BGN, BPOM dan pihak-pihak terkait, tidak akan terjadi keracunan. Tata kelola yang harus dibenahi,” tegasnya.

Untuk menjamin percepatan dan mutu pelaksanaan program MBG, Gubernur Melki mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG di tingkat provinsi. Ia juga mendorong agar seluruh kabupaten dan kota membentuk Satgas serupa guna memperkuat koordinasi dan pengawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut mendengarkan laporan dari seluruh kabupaten/kota mengenai capaian, hambatan, dan langkah percepatan pembangunan dapur MBG di wilayah masing-masing.

BACA JUGA:  Memilih Tak Gelar Pesta, Wali Kota Kupang dan PSI Salurkan Bantuan ke Anak-Anak Panti Asuhan

“Intinya, tidak boleh lagi ada kata tidak bisa untuk pelaksanaan MBG dengan alasan apapun,” tegas Gubernur.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari semua daerah, Gubernur Melki optimistis bahwa dua program prioritas, yakni Tour De EnTeTe dan MBG, dapat menjadi tonggak penting dalam mendorong pembangunan pariwisata sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.