Gubernur NTT Dukung Kolaborasi Riset Politani Kupang dan BRIN Atasi Stunting dan Kemiskinan

oleh -1174 Dilihat
Gubernur NTT Beraudiensi dengan Direktur Politani Kupang dan Staf. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Bapperida Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus, menerima audiensi dari Direktur Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Johanis A. Jermias, bersama jajaran di ruang kerjanya pada Jumat (25/7/2025).

Audiensi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas program riset kolaboratif yang berfokus pada adaptasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan pangan di NTT. Program ini melibatkan Living Lab sebagai platform kolaborasi lintas sektor, serta dukungan dari Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas (PRKSDK) di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam pertemuan tersebut, Johanis mengungkapkan bahwa program saat ini telah berjalan di Desa Silu, Kabupaten Kupang — sebuah desa yang tercatat memiliki tingkat stunting yang cukup tinggi.

“Kami sudah menjalankan program ini, namun kami membutuhkan dukungan dan arahan dari Pemerintah Provinsi agar kolaborasi ini berjalan optimal, sejalan dengan upaya Gubernur dan Wakil Gubernur menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem,” ungkap Johanis.

Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik sinergi yang dibangun antara Politani Kupang, BRIN, dan Living Lab. Ia menegaskan pentingnya pendekatan inovatif dan riset berbasis masyarakat dalam mengatasi tantangan pembangunan desa.

“Kita tidak bisa melawan stunting dan kemiskinan ekstrem hanya dengan program rutin. Harus ada inovasi, riset, dan keterlibatan aktif masyarakat lokal. Masalah stunting bukan hanya kekurangan gizi, tapi juga terkait dengan infeksi berulang yang dipicu oleh buruknya sanitasi dan air bersih,” kata Gubernur.

Ia menekankan pentingnya edukasi sederhana namun berdampak besar, seperti kebiasaan mencuci tangan yang perlu disosialisasikan secara masif di masyarakat.

Lebih lanjut, Gubernur menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Desa Silu sebagai pilot project yang nantinya dapat direplikasi di desa-desa lain di NTT.

Dukung Penguatan SDM Lewat Program Joint Degree dengan Tiongkok

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Politani Kupang juga memaparkan kerja sama internasional dengan Politeknik Jiangsu, Tiongkok. Program ini mencakup skema pendidikan joint degree 1+2, di mana mahasiswa belajar satu tahun di Politani Kupang dan dua tahun di Jiangsu.

“Tahun lalu kami sudah kirimkan sembilan mahasiswa, dan tahun ini ada tujuh lagi yang akan berangkat pada September. Kami yakin program ini akan memberi kontribusi besar terhadap kualitas SDM NTT,” jelas Johanis.

Gubernur Melki menyambut antusias program ini dan menegaskan komitmen penuh Pemprov NTT untuk mendukung langkah strategis tersebut.

“Kerja sama ini menjadi jembatan bagi generasi muda NTT untuk mengadopsi teknologi pertanian modern dari Tiongkok. Ini langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan daya saing daerah,” ujarnya.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Wakil Direktur I Politani Kupang Max A. J. Supit, Koordinator Living Lab Melinda Moata, pengelola Living Lab Catootje Nalle dan Agrippina A. Bele, Kepala Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas Suci Wulandari, serta peneliti BRIN Fatwa Nurul Hakim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.