“Tertawa dan Menangis Bersama Rakyat”, PDI Perjuangan NTT Gelar Apel Siaga Bencana

oleh -314 Dilihat
DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur Gelar Apel Siaga Bencana di Kota Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Apel Siaga Bencana sebagai wujud kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah kepulauan dan kawasan rawan bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Kupang pada Senin (29/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Patrianus Lali Wolo.

Apel siaga mengusung tema “Tertawa dan Menangis Bersama Rakyat”, yang menegaskan sikap politik-kemanusiaan PDI Perjuangan bahwa kehadiran partai tidak berhenti pada momentum elektoral, melainkan terus menyertai rakyat dalam berbagai situasi, termasuk ketika bencana alam menguji daya hidup dan solidaritas sosial masyarakat.

Dalam apel tersebut, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Bidang Penanggulangan Bencana, Perempuan, dan Anak, Elisabeth Yuliana Adoe, membacakan Pernyataan Komitmen Bersama PDI Perjuangan NTT terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

Pernyataan komitmen tersebut mencakup tiga poin utama. Pertama, tekad untuk merawat lingkungan hidup dan membangun kesiapsiagaan bencana dengan kesadaran bahwa NTT merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Kedua, kesiapan untuk berkolaborasi dan bergotong royong bersama pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan kebencanaan, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta unsur terkait lainnya, mulai dari tahapan mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Ketiga, kesiapan Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan untuk bekerja bersama rakyat dengan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, serta strategi responsif pada fase pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana.
Dalam amanatnya, Patrianus Lali Wolo menegaskan bahwa Apel Siaga Bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari konsolidasi struktural dan penguatan komitmen moral seluruh kader partai agar senantiasa hadir di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  SDK Don Bosco 3 Kupang Lahirkan Banyak Tokoh di NTT, Termasuk Melkiades Laka Lena dan Christian Widodo

“NTT merupakan daerah dengan risiko bencana yang nyata. Karena itu, kader PDI Perjuangan tidak boleh hanya hadir ketika rakyat dalam keadaan baik, tetapi juga harus berada bersama rakyat saat menghadapi kesulitan dan penderitaan akibat bencana,” tegas Patrianus.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan apel siaga dilatarbelakangi oleh kondisi geografis dan karakter wilayah NTT yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, seperti kekeringan, badai, banjir, dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, struktur partai hingga tingkat bawah bersama relawan masyarakat terus didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons di lapangan.

Menurut Patrianus, DPD PDI Perjuangan NTT telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana berbasis data, menyiapkan mekanisme komando dan koordinasi lapangan, serta memperkuat peran kader dan relawan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan. Selain itu, partai juga membangun sinergi lintas sektor dengan BMKG, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna mempercepat respons kebencanaan dan memastikan pembagian peran yang jelas saat status darurat ditetapkan.

Ia menambahkan bahwa kesiapan sumber daya dan logistik, sistem distribusi bantuan yang tepat sasaran, serta keberadaan posko siaga bencana yang mudah diakses masyarakat menjadi bagian penting dari agenda kesiapsiagaan partai. Seluruh kerja kemanusiaan tersebut dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat kecil, serta dijaga agar tetap murni dan bebas dari kepentingan elektoral.

Apel siaga ini diikuti oleh jajaran pengurus DPD, perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sayap partai, relawan BAGUNA, serta kader PDI Perjuangan yang selama ini terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan di berbagai wilayah NTT.

Melalui kegiatan tersebut, PDI Perjuangan NTT juga menegaskan komitmen untuk menjadikan edukasi kebencanaan di tingkat desa dan kelurahan sebagai program berkelanjutan, sekaligus membuka peluang menjadikan Apel Siaga Bencana sebagai agenda rutin tahunan.

BACA JUGA:  Perumda Air Minum Kota Kupang Kini Punya Dirut Baru, Isidorus Lilijawa Siap Dilantik

Melalui Apel Siaga Bencana ini, DPD PDI Perjuangan NTT menyampaikan pesan kepada publik bahwa di wilayah yang kerap diuji oleh kekeringan, badai, dan gelombang laut, kesiapsiagaan, solidaritas, serta keberpihakan kepada rakyat merupakan napas kerja politik dan kemanusiaan hadir sebelum bencana, setia saat bencana, dan tetap bersama rakyat setelahnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.