Apel Perdana Usai Paskah, Gubernur NTT Bahas PPPK, Fiskal, dan Krisis Iklim

oleh -268 Dilihat
Usai Liburan Paskah 2026, Gubernur NTT Pimpin Apel Bersama ASN Lingkup Pemprov NTT pada Selasa, 7 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan sejumlah isu strategis dalam apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT usai libur panjang Paskah, yang digelar di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Selasa (7/4/2026) pagi.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan tiga fokus utama pemerintah daerah, yakni penanganan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penguatan kapasitas fiskal daerah, serta kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.

“Puji syukur kita boleh bertemu kembali setelah libur panjang Paskah. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya mengucapkan Selamat Paskah kepada seluruh ASN dan masyarakat NTT,” ujarnya mengawali sambutan.

Dia juga mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Festival Paskah Pemuda Sinode GMIT yang berlangsung meriah dan mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia.

Terkait penanganan PPPK, Gubernur Melki menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Ia memastikan tidak akan ada tenaga PPPK yang dirumahkan.

“Kita bersyukur karena Pemerintah Pusat memberikan perhatian serius. Bapak Wakil Presiden telah menugaskan para menteri terkait untuk merespons secara komprehensif. Komitmennya jelas, tidak ada PPPK yang akan dirumahkan,” tegasnya.

Menurutnya, kementerian terkait seperti Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan solusi yang adil bagi daerah.

Selain itu, Gubernur Melki menyoroti pentingnya penguatan fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa kebocoran.

“Kami minta seluruh OPD pengelola PAD untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Tidak boleh ada kebocoran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah, bahkan membuka ruang pelibatan aparat penegak hukum dalam pengawasan.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Buka Exotic Tenun Fest 2025: Tenun Ikat Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

“Kali ini kami tidak main-main, karena kondisi fiskal kita terbatas. Apabila masih ditemukan praktik penyimpangan, maka pasti akan kami tindak tegas,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Melki mengingatkan ancaman serius perubahan iklim, khususnya dampak fenomena El Nino yang diprediksi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan ekstrem di wilayah NTT.

“NTT menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak El Nino. Jika kita tidak menyiapkan langkah-langkah secara serius dan terkoordinasi, maka dampaknya akan jauh lebih berat,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis air bersih, meningkatnya risiko gagal panen, serta gangguan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Air akan semakin sulit, risiko gagal panen meningkat, dan berbagai sektor kehidupan akan terdampak. Ini harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.

Untuk itu, Gubernur meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan disiplin dalam pengelolaan anggaran, memastikan belanja daerah tepat sasaran, serta memprioritaskan kebutuhan mendesak, termasuk antisipasi kondisi darurat akibat dampak perubahan iklim.

“Periksa kembali belanja internal OPD maupun belanja publik. Pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Melki mengajak seluruh ASN untuk bekerja lebih optimal dalam meningkatkan PAD, mengefisienkan belanja, serta menata beban kerja secara efektif guna mendukung program prioritas dan pelayanan publik di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.