BI NTT dan Pemprov Bersinergi Lewat Aksi Kreasi Flobamorata, 64 UMKM Siap Tembus Pasar Lebih Luas

oleh -160 Dilihat
BI dan Pemprov NTT Gelar Aksi Kreasi Flobamorata. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui program Aksi Kreasi Flobamorata. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT pada Selasa, 5 Mei 2026.

Program ini merupakan bagian dari upaya akselerasi kewirausahaan melalui pendekatan inklusif berbasis kurasi, edukasi, dan fasilitasi UMKM. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Vera Christina Sirait Asadoma, bersama perwakilan perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, asosiasi usaha, serta sektor perbankan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem UMKM secara terintegrasi di NTT.

Dalam sambutannya, Analis Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM, KI, dan Syariah BI NTT, Reyza Lisembina Budiarjo, menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga transformasi kualitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Program inkubasi ini dirancang untuk memperkuat aspek fundamental UMKM, mulai dari legalitas usaha, pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan digitalisasi dalam proses bisnis,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zeth Sony Libing, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan UMKM daerah. Ia menilai program ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal.

Sebanyak 64 UMKM terpilih mengikuti program ini, terdiri dari 18 UMKM sektor pertanian dan 46 UMKM sektor unggulan dan jasa. Para peserta telah melalui proses seleksi ketat dan dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan skala usahanya.

Aksi Kreasi Flobamorata mengusung pendekatan inkubasi menyeluruh (end-to-end), mulai dari proses seleksi, kurasi produk, pembelajaran klasikal, pendampingan intensif, hingga monitoring pasca pelatihan. Metode pembelajaran mencakup matriculation learning untuk penguatan dasar kewirausahaan serta segmented learning yang disesuaikan dengan karakteristik komoditas.

Materi yang diberikan meliputi penguatan kewirausahaan, digitalisasi proses bisnis, manajemen keuangan, hingga perlindungan konsumen, dengan menghadirkan narasumber dari otoritas keuangan, kementerian/lembaga, akademisi, dan praktisi.

Untuk memastikan keberlanjutan program, BI NTT bersama mitra akan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga bulan pasca pelatihan. Selain itu, sinergi dengan sektor perbankan juga terus diperkuat guna memperluas akses pembiayaan, khususnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga UMKM menjadi lebih bankable.

Ke depan, Aksi Kreasi Flobamorata diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem UMKM di NTT, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.