Suarantt.id, Kupang-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi NTT menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (6/2/2025) melalui Zoom Meeting. Dalam konferensi tersebut, BMKG memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada berbagai wilayah di NTT sepanjang Februari 2025.
Berdasarkan prediksi deterministik curah hujan untuk dasarian pertama Februari 2025, curah hujan di NTT umumnya berada pada kategori menengah (51–150 mm/das) hingga tinggi (151–300 mm/das). Beberapa daerah yang diperkirakan mengalami curah hujan tinggi antara lain:
- Kabupaten Manggarai Timur
- Kabupaten Sumba Barat Daya
- Kabupaten Sumba Barat
- Kabupaten Sumba Timur
- Kabupaten Rote Ndao
- Kota Kupang
- Kabupaten Kupang
- Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara
Pada dasarian kedua Februari 2025, curah hujan umumnya diperkirakan tetap berada pada kategori menengah hingga tinggi. Wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi antara lain sebagian Kota Kupang dan sebagian kecil Kabupaten Kupang.
Potensi Longsor dan Siklon Tropis
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas El Tari Kupang, Sti Nenotek, menyampaikan peringatan terkait potensi pergerakan tanah yang dapat menyebabkan longsor, terutama jika hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terjadi. Ia juga mengingatkan adanya sirkulasi siklonik yang berpotensi meningkat menjadi siklon tropis, yang dapat mempengaruhi cuaca di wilayah NTT.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan memantau peringatan dini yang kami keluarkan terkait kondisi cuaca ekstrem,” ujar Sti Nenotek.
Cuaca Buruk di Perairan NTT
Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang, Yandri A. T. Tungga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca buruk diprediksi terjadi di sejumlah perairan NTT pada 7 hingga 11 Februari 2025. Wilayah perairan yang perlu diwaspadai meliputi:
- Selat Sape bagian selatan
- Selat Sumba bagian barat
- Laut Sawu
- Selat Ombai
- Perairan Selatan Sumba
- Perairan Utara Sabu Raijua
- Perairan Utara Kupang – Rote
- Selat Puku Afu
- Perairan Selatan Sabu Raijua dan Selatan Timur Rote
Imbauan BPBD NTT
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Cornelis Wadu, meminta agar informasi peringatan cuaca ekstrem dapat disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.
“Kami menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Kepala BPBD Kabupaten/Kota, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi dan Kabupaten/Kota di NTT, serta rekan-rekan wartawan. ***






