Dari Pelabuhan ke Parlemen, Simson Polin Ukir Takdir dan Siap Diangkat ke Layar Lebar

oleh -90 Dilihat
Anggota DPRD NTT, Simson Polin Didampingi Istri dan Tim Pembuatan Film. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Debur ombak di Pelabuhan Feri Pantai Baru pada tahun 1990-an menjadi saksi bisu perjalanan hidup seorang anak kecil bernama Simson Polin. Di tempat itu, di antara lalu-lalang penumpang dan hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan, Simson kecil mengais harapan dengan menjajakan dagangan sederhana es manis, nasi bungkus, kacang tanah, kue, hingga buku teka-teki silang.

Bagi sebagian anak, masa kecil adalah waktu bermain. Namun bagi Simson, masa kecil adalah perjuangan. Lahir dari keluarga sederhana anak petani dan buruh pelabuhan, dengan orang tua yang tidak pernah mengenyam pendidikan ia sejak dini memahami arti kerasnya hidup. Dari tahun 1993 hingga 1998, pelabuhan menjadi “sekolah kehidupan” baginya.

Setiap rupiah yang diperoleh bukan untuk kesenangan, melainkan untuk bertahan dan bermimpi. Uang hasil jualan digunakan untuk membeli buku tulis, pensil, pakaian sekolah, hingga tas. Di tengah keterbatasan, Simson kecil menolak menyerah pada keadaan.

Perjuangan itu membawanya melangkah lebih jauh. Ia berhasil melanjutkan pendidikan ke STM Negeri Kupang. Namun, perjuangan belum usai. Di bangku sekolah, ia tetap bekerja serabutan menambal ban, membuka usaha kecil-kecilan, hingga perlahan merintis usaha sparepart. Dari sana, jalan hidupnya terus berkembang hingga terjun ke dunia usaha sebagai developer.

Langkah demi langkah, Simson Polin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Ia terus bekerja keras, memegang teguh nilai disiplin dan ketekunan, serta menjadikan iman sebagai fondasi dalam setiap perjalanan hidupnya. Ditempa dalam pelayanan di Gereja Masehi Injili di Timor, ia menemukan kekuatan untuk tetap bertahan dan melangkah.

Perjalanan hidupnya semakin lengkap ketika ia menikah dengan Apremoi Dudelusi Polin Dethan, yang kini dipercaya sebagai Wakil Bupati Kabupaten Rote Ndao periode 2024-2029. Bersama, keduanya menjadi simbol bahwa kerja keras dan pengabdian dapat membawa perubahan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Pisah Sambut Dandim 1604 Kupang, Sekda Kota Kupang Tekankan Sinergi TNI dan Pemda

Hari ini, Simson Polin dipercaya sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dari seorang anak pelabuhan, ia kini berdiri sebagai wakil rakyat membawa suara masyarakat yang pernah ia rasakan langsung denyut kehidupannya.

Kisah hidupnya bukan sekadar cerita sukses, melainkan perjalanan panjang penuh peluh, air mata, dan doa. Ia membuktikan bahwa keberhasilan bukanlah hasil dari jalan instan, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan keyakinan kepada Tuhan.

Tak berhenti di situ, kisah inspiratif Simson Polin rencananya akan difilmkan agar dapat menjangkau lebih banyak orang, khususnya generasi muda. Harapannya sederhana namun kuat: agar semakin banyak anak muda percaya bahwa latar belakang bukanlah batas, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh.

Dari pelabuhan ke parlemen, perjalanan Simson Polin adalah pengingat bahwa mimpi dapat tumbuh di mana saja bahkan di tempat paling sederhana sekalipun. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.