Dari Pulau Terselatan Indonesia Menteri BKKBN Serukan Gizi Anak dan Percepatan Penurunan Stunting

oleh -809 Dilihat
Menteri BKKBN Didampingi Wagub NTT di Kabupaten Rote Ndao. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ba’a-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (23/6/2025). Kunjungan ini didampingi langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di wilayah Indonesia timur.

Keberangkatan Mendukbangga Wihaji ke Rote Ndao dilepas langsung oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, di Bandara El Tari Kupang. Setibanya di Bandara D.C. Saudale Rote, rombongan disambut hangat oleh Bupati Rote Ndao, Paul Henuk, bersama jajaran Forkopimda serta pimpinan perangkat daerah setempat.

Agenda pertama Mendukbangga adalah mengunjungi rumah keluarga Kalep Tefa dan Selfiana Juliana di Dusun Namodale, Kecamatan Lobalain. Keluarga ini tercatat sebagai Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dan menjadi penerima manfaat program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Dalam kunjungan tersebut, Mendukbangga menyerahkan bantuan nutrisi dan uang tunai, serta meninjau pembangunan fasilitas MCK. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan untuk kepentingan gizi anak.

“Bantuan uang tunai yang diterima agar dibelikan makanan bergizi kepada anak, bukan rokok oleh ayahnya ya,” tegas Dr. Wihaji.

Sementara itu, Wakil Gubernur Johanis Asadoma menilai kunjungan ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di daerah.

“Kami melihat langsung bahwa rumah keluarga KRS ini masih memprihatinkan. Kehadiran Menteri sangat penting agar beliau melihat kondisi nyata masyarakat. Kami berharap NTT menjadi prioritas dalam program penurunan stunting,” ujarnya.

Wagub Johni juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas Pemprov NTT melalui penguatan posyandu, pemberdayaan kader kesehatan, dan pemenuhan gizi untuk keluarga berisiko.

BACA JUGA:  BLUD SPAM NTT-Perumda Kota Kupang Sepakat Perluas Pelayanan Air Bersih ke Wilayah Belum Terlayani

Setelah itu, Mendukbangga dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Ba’a. Di sana, mereka berdialog dengan para ibu calon akseptor KB, meninjau ruang bersalin, dan menyerahkan bantuan kepada perwakilan KRS.

Kepala Puskesmas Ba’a, drg. Gevilawati Pandie, menjelaskan bahwa per 23 Juni 2025, layanan kontrasepsi telah menjangkau 40 akseptor.

“Sebanyak 26 orang menggunakan implan, 7 orang memakai IUD/spiral, dan 7 orang lainnya KB suntik. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga tetap berjalan setiap hari di Puskesmas Ba’a,” ungkapnya.

Kunjungan Mendukbangga Wihaji ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan bebas stunting, khususnya di wilayah NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.