Suarantt.id, Surabaya-Wartawan senior Kompas, Muhamad Fajar Matta, membagikan kiat menulis artikel ekonomi yang populer dan menarik untuk dibaca publik. Dalam materinya berjudul “Menulis Artikel Ekonomi Populer”, Fajar menyoroti stigma berita ekonomi yang kerap dianggap kurang menarik, abstrak, penuh istilah asing, banyak angka, dan sulit dipahami pembaca awam.
Menurut Fajar, stigma tersebut muncul karena berita ekonomi sering kali hanya memaparkan data tanpa penjelasan yang kontekstual. “Kita harus memberi makna terhadap angka-angka, menjelaskan istilah, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari pembaca agar berita ekonomi lebih hidup,” ujarnya dalam kegiatan media gathering BI Perwakilan NTT di Hotel Four Points Surabaya pada Kamis, 25 September 2025.
Ia memaparkan enam prinsip utama agar artikel ekonomi menjadi menarik:
Memberi perspektif yang jelas terhadap isu ekonomi.
Memberi makna terhadap angka-angka yang disajikan.
Menjelaskan istilah dan singkatan secara sederhana.
Menjelaskan rangkaian sebab-akibat dengan runtut.
Menyajikan tren dan angka dalam bentuk grafis agar lebih mudah dicerna.
Mengaitkan isu ekonomi dengan masyarakat umum sebagai end user.
Selain itu, Fajar juga mengingatkan kesalahan umum dalam penulisan berita ekonomi, di antaranya penggunaan persen, persen poin, dan basis poin yang sering tertukar; tidak mengonversi nilai valuta asing ke rupiah; penggunaan istilah “pertumbuhan turun” atau “melambat” yang kurang tepat; penggunaan satuan dan desimal yang membingungkan; penjelasan sebab-akibat yang tidak akurat; hingga perbandingan yang keliru sehingga berpotensi misleading.
“Jurnalis ekonomi harus memperhatikan konteks, tren, dan dampak kebijakan ekonomi terhadap masyarakat agar informasi yang disajikan tidak salah dimaknai,” kata Fajar menegaskan.
Materi yang dibawakan Fajar ini diharapkan dapat membantu jurnalis, akademisi, maupun pegiat komunikasi untuk mengemas berita ekonomi secara lebih kreatif, populer, dan mudah dipahami oleh khalayak luas. ***







