Gubernur Melki Canangkan Penguatan HHBK dan KPH Mart untuk Dongkrak Produk Lokal NTT

oleh -333 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Didampingi Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames dan Kepala Dinas LHK NTT, Sulastri H.I. Rasyid di Pameran Produk HHBK dan pembagian anakan gratis kepada masyarakat di arena Car Free Day, Jalan El Tari, Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mencanangkan penguatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta pengembangan KPH Mart sebagai strategi mendorong peningkatan produk lokal NTT. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pameran Produk HHBK dan pembagian anakan gratis kepada masyarakat di arena Car Free Day, Jalan El Tari, Kupang pada Sabtu (28/3/2026) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Melki didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTT, Sulastri H.I. Rasyid, serta Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames.

Pameran HHBK ini menampilkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari aneka minyak, madu, hingga makanan ringan berbasis hasil hutan bukan kayu. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi sekaligus upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis sektor kehutanan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas LHK Provinsi NTT, Anindia Widaryati, dalam laporannya menyampaikan bahwa ratusan anakan telah disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Bibit tersebut terdiri dari 50 anakan lengkeng, 50 anakan rambutan, 300 anakan pucuk merah, dan 100 anakan pinang. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyerahkan secara simbolis anakan kepada lima perwakilan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong gerakan penghijauan.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekologi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

“Hutan bukan sekadar untuk kelestarian ekologi, tetapi juga harus memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Melki.

Lebih lanjut, ia mendorong peningkatan kualitas produk HHBK, penguatan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta peningkatan produksi dan hilirisasi agar produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Pimpin PABSI NTT, Simson Polin Yakin Angkat Besi Sumbang Emas di PON 2028

Terkait pemasaran, Gubernur Melki mengajak seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTT untuk mulai membangun pusat-pusat penjualan produk melalui konsep KPH Mart.

Menurutnya, kehadiran KPH Mart akan menjadi perpanjangan dari NTT Mart sebagai rumah besar produk lokal.
“NTT Mart adalah rumah besar produk NTT. Karena itu, kita perlu menghadirkan rumah-rumah kecilnya melalui KPH Mart di berbagai tempat. Kita mulai saja, tidak perlu besar, yang penting dimulai,” tegasnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Benain atas dukungannya dalam penyediaan bibit tanaman bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat menanam sebagaimana yang pernah digaungkan oleh El Tari.

“Mari kita hidupkan kembali semangat ‘Tanam! Tanam! Tanam!’ di rumah, di kantor, dan di mana saja,” ajaknya.

Sebagai bentuk keteladanan, Gubernur Melki turut menanam bibit di halaman Rumah Jabatan Gubernur.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hutan sekaligus mendorong pemanfaatan HHBK sebagai sumber ekonomi berkelanjutan di Provinsi NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.