Gubernur Melki Kupas Konsep dan Tantangan Pengelolaan SDA NTT di Seminar Nasional STT IKAT Jakarta

oleh -632 Dilihat

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dijadwalkan membuka secara resmi Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT Jakarta yang digelar di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Selasa (23/9/2025). Dalam seminar ini, Gubernur juga tampil sebagai salah satu narasumber dengan topik “Pengelolaan Sumber Daya Ekologis di NTT: Konsep, Implementasi, dan Tantangan.”

Ketua Pengarah Panitia Seminar Nasional, Pendeta Dr. Nelman A. Weny, M.Th, mengatakan Gubernur NTT telah memastikan kesediaannya hadir. “Benar, sesuai audiensi panitia bersama Bapak Gubernur di rumah jabatan beberapa waktu lalu, Bapak Gubernur bersedia hadir untuk membuka kegiatan Seminar Nasional sekaligus menjadi salah seorang narasumber,” ujarnya di Kupang, Senin (22/9/2025).

Pendeta Nelman menjelaskan, semula Seminar Nasional dijadwalkan Senin (22/9/2025), tetapi diundur sehari karena Gubernur masih mengikuti penutupan Tour de EnTeTe di Labuan Bajo. “Karena Bapak Gubernur masih di Labuan Bajo, maka kegiatan Seminar Nasional ini dilaksanakan pada Selasa, tanggal 23 September 2025,” katanya.

Selain Gubernur NTT, seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Prof. Dr. Zainur Wula, S.Pd, M.Si, yang membahas “Pengelolaan Sumber Daya Alam di NTT sebagai Masalah Sosiologis,” serta teolog Kristen, Pendeta Dr. Andreas A. Yewangoe, yang mengulas “Spiritualitas Ekologis: Perspektif Teologi Keugaharian di Era Kediktatoran Digital.”

Seminar ini juga menampilkan tanggapan dari aktivis ekofeminis Pendeta Emmy Sahertian, M.Th, dengan topik “Menjadi Gereja Berkesadaran Ekologis: Sang Nabi di Tengah Jeritan Komunitas Lokal” dan Romo Sintus Runesi, M.Hum dari Keuskupan Agung Kupang yang menyoroti aspek teologis, filosofis, dan kosmologis pengelolaan sumber daya alam.

Pendeta Nelman menegaskan, tema Seminar Nasional kali ini adalah “Bersahabat dengan Alam: Menegaskan Kembali Spiritualitas Ekologis dari Perspektif Kebijakan Pemerintah, Suara Komunitas Lokal, dan Panggilan Profetis Gereja-Gereja di Nusa Tenggara Timur.”
“Semoga dengan terselenggaranya Seminar Nasional ini ada peningkatan kesadaran para pengambil kebijakan dalam masalah ekologis, pengelolaan sumber daya alam, dan implikasinya bagi masyarakat lokal sekaligus keberadaan gereja dan masyarakat sipil sebagai mitra kritis bagi pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Hadiri Wisuda Universitas Flores, Ajak Lulusan Terlibat dalam Pembangunan Daerah

Rektor STT IKAT Jakarta, Pendeta Dr. Jimmy Lumintang, MBA, M.Th menambahkan, kampus yang dipimpinnya memiliki motto “Mengangkat Harkat dan Martabat Manusia di Dunia dalam Terang Iman kepada Tuhan Yesus.”
“Artinya kampus ini ingin hadir dekat dengan manusia sebagai ciptaan Tuhan agar menjadi manusia yang mandiri dan bermartabat,” jelasnya.

Menurut Pendeta Jimmy, tema seminar ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Sudah saatnya kita kembali berefleksi dan berkomitmen menjaga harmoni antar sesama manusia, manusia dengan lingkungan ekologis, dan manusia dengan Tuhan,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.