Gubernur NTT Ajak Pelajar Tanamkan Nilai Budaya dan Perkuat Peran Keluarga

oleh -1070 Dilihat
Gubernur NTT di Acara Satu Tenda, Seribu Cerita Budaya Flobamorata di UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak para pelajar di seluruh NTT untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan memperkuat peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Kegiatan Kemah Budaya Tahun 2025 yang digelar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Tenda, Seribu Cerita Budaya Flobamorata” ini diikuti oleh 342 siswa-siswi dan 38 pendamping dari 20 SMA/SMK se-daratan Timor, dan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pelestarian dan pengembangan karya seni serta kebudayaan lokal merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan Kemah Budaya menjadi wadah yang strategis untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan tanah air.

“Salah satu bentuk nyata dari upaya pelestarian budaya adalah melalui kegiatan Kemah Budaya Tahun 2025 ini. Kegiatan ini memberikan ruang bagi para pelajar untuk memperluas wawasan, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa, serta mengembangkan kreativitas dan potensi diri,” ujar Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, selama tiga hari kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas positif dan edukatif seperti workshop seni tari, musik, teater, dan seni rupa, diskusi budaya, pemilihan Duta Budaya, outbond dan kunjungan ke museum daerah, pertunjukan seni, hingga malam api unggun sebagai simbol kebersamaan dan semangat persaudaraan.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan bahwa pemerintah terus mendukung upaya pelestarian dan perlindungan karya budaya lokal. Ia menyebut, kegiatan Kemah Budaya yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Taman Budaya menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan daerah.

BACA JUGA:  Dugaan Aliran Dana IKOMA ke Mantan Rektor Fred Benu Dibantah, Undana Didesak Ungkap Pengelolaan Dana Secara Transparan

Selain berbicara tentang pelestarian budaya, Gubernur Melki juga menyinggung pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendidik anak-anak, terutama di tengah tantangan sosial saat ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah merumuskan regulasi terkait jam belajar dan jam ibadah bagi siswa-siswi untuk membangun kualitas keluarga dan karakter anak-anak.

“Kami sedang merumuskan regulasi yang mengatur jam belajar sekaligus waktu berkualitas bersama keluarga. Tujuannya agar anak-anak punya waktu belajar, beribadah, dan berinteraksi positif di rumah,” jelas Gubernur.

Ia mengusulkan agar setiap keluarga menyediakan waktu khusus antara pukul 17.30-19.00 untuk kegiatan membaca, menulis, dan beribadah bersama, kecuali pada hari Sabtu. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya preventif untuk menghadapi tantangan sosial seperti peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja dan pelajar, serta dampak negatif dari penggunaan smartphone tanpa pengawasan.

“Jika kita tidak mengatur dengan baik, ini bisa jadi bom waktu. Karena itu, keluarga harus hadir menjadi tempat utama pembentukan karakter, moral, dan pengawasan terhadap anak-anak,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Melki berharap kegiatan Kemah Budaya dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, berkepribadian, dan berprestasi, sekaligus menjauhkan mereka dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.

“Semoga kegiatan Kemah Budaya Tahun 2025 ini menjadi wadah inspiratif untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dan memperkuat rasa cinta tanah air melalui budaya,” tutup Gubernur Melki Laka Lena, disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Usai pembukaan, Gubernur Melki bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, meninjau area perkemahan dan mengunjungi tenda-tenda peserta. Ia juga menyempatkan diri berbelanja produk lokal buatan siswa-siswi yang dipamerkan di depan kemah masing-masing sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas pelajar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.