Suarantt.id, Kupang-Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, bersama jajaran manajemen melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UNKRIS) Kupang, Prof. Dr. Godlif Neonufa, di kampus UNKRIS Kupang. Pertemuan tersebut menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama antara kedua lembaga, khususnya dalam pengelolaan sumber air “Mata Air Hitam” yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dalam pertemuan itu, Direktur Isodorus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak UNKRIS Kupang atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pengelolaan sumur bor Mata Air Hitam yang berkapasitas 20 liter per detik.
“Kerja sama ini telah berjalan baik. Air dari sumur bor tersebut tidak hanya melayani kebutuhan kampus UNKRIS Kupang, tetapi juga sekitar 500 rumah warga di wilayah Lasiana, Oesapa, Bimoku, dan sekitarnya,” jelas Isodorus kepada wartawan pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Sebagai Direktur baru, Isodorus juga meminta dukungan dan perhatian dari Rektor serta seluruh civitas akademika UNKRIS Kupang agar bersama-sama memberikan masukan dan catatan bagi peningkatan pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.
“Kalau ada hal-hal yang perlu dibenahi, kami siap menerima masukan demi memperbaiki kualitas pelayanan kami kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UNKRIS Kupang, Prof. Dr. Godlif Neonufa, menyampaikan apresiasi kepada Perumda Air Minum Kota Kupang atas kerja sama yang sudah terjalin. Ia menuturkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat kampus untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan air bersih di Kota Kupang.
“Sebagai mantan anggota tim percepatan pembangunan Kota Kupang, saya melihat sendiri bagaimana Perumda Air Minum telah bekerja keras dalam menghadirkan layanan air bersih bagi masyarakat. Kami sangat menghargai komitmen tersebut,” ujar Prof. Neonufa.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga memberikan sejumlah catatan, termasuk agar Perumda Air Minum memperhatikan kinerja petugas pembaca meter agar bekerja dengan lebih bertanggung jawab serta memperkuat komunikasi dengan pelanggan.
Selain itu, pihak Perumda juga meminta dukungan UNKRIS Kupang untuk membantu menyosialisasikan program pemasangan sambungan baru yang kini diturunkan dari Rp2,5 juta menjadi Rp1,5 juta. Rektor UNKRIS menyambut positif program tersebut dan berkomitmen membantu menyebarkan informasi kepada civitas akademika dan karyawan kampus.
“Kami berharap banyak warga, termasuk keluarga besar UNKRIS, bisa memanfaatkan masa promosi ini untuk mendapatkan sambungan air baru,” pungkas Isodorus.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi demi peningkatan layanan air bersih dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. ***





