Gubernur NTT dan Menteri KKP Bahas Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan

oleh -743 Dilihat
Gubernur NTT Beraudiensi dengan Menteri KKP. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, bersama jajaran Bupati dan Wali Kota se-NTT, melakukan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta pada Selasa (18/3/25).

Pertemuan ini membahas pengembangan potensi sektor kelautan dan perikanan di NTT, yang memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari garam, udang, hingga rumput laut. Pemerintah NTT berkomitmen memperkuat sinergi dengan KKP agar sektor ini dikelola secara optimal, melibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintah Desa.

Dukungan Pemerintah Pusat untuk Optimalisasi Sumber Daya Kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa pengelolaan sektor perikanan di NTT harus dilakukan secara strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

“Hari ini kita berkoordinasi dengan Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT untuk membahas pengembangan komoditi unggulan di sektor perikanan dan kelautan, seperti garam, udang, dan rumput laut. Kita akan kembangkan bersama agar memberikan dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat NTT,” ujar Menteri Trenggono.

Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik dukungan KKP dan menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti berbagai arahan dari Kementerian agar program ini segera terealisasi.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri dan jajaran atas dukungan ini. Setelah kembali ke NTT, kami bersama jajaran teknis akan segera menindaklanjuti program KKP agar bisa mulai dikerjakan tahun ini,” ujar Gubernur Melki.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa keberlanjutan sektor kelautan di NTT harus dijaga dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir dan nelayan.

“Kami berkomitmen menjaga kelautan NTT agar tetap berkelanjutan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA:  Inflasi NTT Desember 2025 Capai 2,39 Persen, Harga Naik di 10 Kelompok Pengeluaran

Sejalan dengan Visi Pembangunan Berkelanjutan NTT

Penguatan sektor perikanan dan kelautan ini menjadi bagian dari visi besar Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma dalam mewujudkan NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Salah satu misi utamanya adalah pembangunan berkelanjutan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan pemenuhan HAM.

Sebelumnya, Gubernur Melki telah melakukan berbagai langkah konkret dalam optimalisasi sektor kelautan di NTT, di antaranya:

  • Meninjau Pabrik Rumput Laut PT Rote Karaginan Nusantara di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, pada Kamis (13/3).
  • Meresmikan Koperasi Merah Putih Kelautan dan Perikanan Oeba di Kota Kupang, pada Rabu (12/3), yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Pemprov NTT dalam menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama ekonomi daerah, yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.Gubernur NTT dan Menteri KKP Bahas Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Jakarta, 18 Maret 2025 – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, bersama jajaran Bupati dan Wali Kota se-NTT, melakukan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Selasa (18/3).
Pertemuan ini membahas pengembangan potensi sektor kelautan dan perikanan di NTT, yang memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari garam, udang, hingga rumput laut. Pemerintah NTT berkomitmen memperkuat sinergi dengan KKP agar sektor ini dikelola secara optimal, melibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintah Desa.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk Optimalisasi Sumber Daya Kelautan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa pengelolaan sektor perikanan di NTT harus dilakukan secara strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
“Hari ini kita berkoordinasi dengan Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT untuk membahas pengembangan komoditi unggulan di sektor perikanan dan kelautan, seperti garam, udang, dan rumput laut. Kita akan kembangkan bersama agar memberikan dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat NTT,” ujar Menteri Trenggono.
Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik dukungan KKP dan menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti berbagai arahan dari Kementerian agar program ini segera terealisasi.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri dan jajaran atas dukungan ini. Setelah kembali ke NTT, kami bersama jajaran teknis akan segera menindaklanjuti program KKP agar bisa mulai dikerjakan tahun ini,” ujar Gubernur Melki.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa keberlanjutan sektor kelautan di NTT harus dijaga dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir dan nelayan.
“Kami berkomitmen menjaga kelautan NTT agar tetap berkelanjutan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sejalan dengan Visi Pembangunan Berkelanjutan NTT
Penguatan sektor perikanan dan kelautan ini menjadi bagian dari visi besar Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma dalam mewujudkan NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Salah satu misi utamanya adalah pembangunan berkelanjutan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan pemenuhan HAM.
Sebelumnya, Gubernur Melki telah melakukan berbagai langkah konkret dalam optimalisasi sektor kelautan di NTT, di antaranya:

Meninjau Pabrik Rumput Laut PT Rote Karaginan Nusantara di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, pada Kamis (13/3).
Meresmikan Koperasi Merah Putih Kelautan dan Perikanan Oeba di Kota Kupang, pada Rabu (12/3), yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Pemprov NTT dalam menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama ekonomi daerah, yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.