Gubernur NTT Hadiri Natal dan Tahun Baru IKAS Kupang, Soroti Potensi Budaya Sumba hingga Konflik Perantauan

oleh -852 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Acara Natal dan Tahun Baru Bersama IKAS Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Perayaan Syukur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikatan Keluarga Asal Sumba (IKAS) Kupang yang berlangsung di Gedung Gereja GMIT Paulus Kupang pada Sabtu (10/1/2026) malam.

Kehadiran Gubernur Melki Laka Lena disambut hangat dengan pekikan khas Sumba dan tarian adat Kataga. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wula, Bupati Kupang Yosef Lede, para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta keluarga besar IKAS Kupang.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pulau Sumba memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang sangat luar biasa. Keunggulan tersebut, menurutnya, tercermin dari rumah adat, seni, tradisi, serta keindahan alam Sumba yang menjadi aset besar bagi pembangunan daerah.

“Jika dikelola dengan baik, Sumba tidak hanya memberi warna bagi NTT, tetapi juga bagi Indonesia bahkan dunia,” ujar Gubernur.

Ia juga menilai tema Natal IKAS Kupang tahun ini, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Gubernur mengajak seluruh keluarga untuk kembali memperkuat nilai dialog dan komunikasi dalam keluarga.

“Kita perlu jujur mengakui bahwa nilai dialog dalam keluarga mulai memudar. Duduk bersama, tetapi masing-masing sibuk dengan gawai. Mari kita perkuat kembali komunikasi keluarga dan gunakan teknologi secara bijak,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga mengungkapkan rencana pembangunan Anjungan NTT di Polandia yang akan mengusung model rumah adat Sumba sebagai ikon utama. Anjungan tersebut direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026 dan dibiayai sepenuhnya oleh investor swasta tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN.

“Anjungan ini akan menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata NTT di tingkat internasional,” jelasnya.

Selain potensi budaya, Gubernur turut menyoroti persoalan konflik antarwarga asal Sumba di daerah perantauan yang dinilainya sebagai isu serius dan perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Saya kira kita perlu duduk bersama. Ini persoalan yang harus kita cari akar masalahnya bersama para akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat agar tidak terus terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki mendorong IKAS Kupang untuk berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi produktif serta mendukung penggunaan dan pengembangan produk-produk lokal.

“NTT hanya bisa maju kalau kita lebih banyak berproduksi daripada mengonsumsi. Produk dari kampung harus menjadi tuan di daerah sendiri,” ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI ini juga mengapresiasi semangat persatuan yang terus dijaga oleh IKAS Kupang dan mengajak seluruh warga Sumba di perantauan untuk terus menjaga kebersamaan, kedamaian, serta melakukan kerja nyata demi kemajuan Sumba dan NTT.

Sementara itu, Ketua IKAS Kupang, Edward Gana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota IKAS dan secara khusus kepada Gubernur NTT.

“Kehadiran Bapak Gubernur merupakan wujud dukungan dan kepedulian terhadap keberadaan IKAS. IKAS Kupang akan senantiasa hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Pulau Sumba dan NTT pada umumnya,” ungkapnya.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wula selaku perwakilan pelindung IKAS Kupang dalam sambutannya mengajak seluruh warga Sumba di Kupang untuk terus memperkokoh persatuan dan kekerabatan.

“Kehadiran kita di tanah perantauan ini tidak sekadar ada, tetapi harus memberi dampak positif bagi kemajuan daerah dan masyarakat,” tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.