Gubernur NTT: Proyek Geothermal di Flores Akan Dilanjutkan, Diperbaiki, atau Ditutup Sesuai Kondisi dan Aspirasi

oleh -396 Dilihat
Gubernur NTT Pose Bersama Instansi Teknis Terkait Proyek Geothermal di Flores NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan kelanjutan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores akan dilakukan secara selektif dan bertanggung jawab. Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Geothermal yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Senin (28/4/25).

“Pengembangan geothermal yang sudah berjalan baik dan bagus akan tetap dilanjutkan, yang masih kurang akan diperbaiki sesuai aspirasi, dan yang tidak memungkinkan untuk dikembangkan maka akan ditutup,” ujar Gubernur Melki di hadapan peserta rapat.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Asisten II Setda NTT merangkap Plt. Kepala Dinas ESDM Flori Rita Wuisan, para pimpinan pengembang geothermal seperti PT PLN, PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI), PT Daya Mas Nage Geothermal, dan PT Geo Dipa Energi. Juga hadir para kepala daerah seperti Bupati Lembata, Wakil Bupati Manggarai, Wakil Bupati Ende, Asisten I Ngada, serta Bupati Manggarai Barat (via Zoom), perwakilan WALHI NTT, akademisi dari UGM, dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.

Gubernur menekankan bahwa pembangunan industri melalui investasi energi terbarukan seperti geothermal merupakan langkah strategis untuk mengangkat NTT dari kemiskinan. “Cara membuat NTT keluar dari kemiskinan adalah membuka investasi yang didukung infrastruktur seperti jalan, air, dan listrik. Kita butuh pembangkit listrik untuk rumah tangga dan industri,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya dialog terbuka. “Pemerintah tidak menutup mata terhadap protes atau penolakan di lapangan. Kami membuka ruang diskusi untuk menyerap aspirasi semua pihak,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur menyatakan bahwa tim teknis akan dibentuk untuk melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh. “Tim ini akan turun langsung bersama para bupati dan jajaran untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat. Ini penting agar keputusan yang diambil benar-benar berbasis kondisi riil dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Ajak Diaspora Tak Rendah Diri: “Pancasila Adalah Sumbangan Paling Mahal dari NTT”

Gubernur juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga ketenangan dalam menyampaikan aspirasi. “Saya ingatkan agar kita bergerak dengan tenang dan hindari pergerakan yang bersifat demo atau provokatif,” katanya.

Dalam komitmennya, Pemprov NTT menegaskan akan memperhatikan beberapa prinsip penting dalam pengembangan geothermal, antara lain:

  1. Transparansi penuh dalam seluruh proses, termasuk keterbukaan data lingkungan dan audit independen.
  2. Keterlibatan masyarakat adat dan tokoh lokal sejak tahap awal hingga operasionalisasi proyek.
  3. Pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal melalui praktik-praktik berkelanjutan.
  4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui skema pembagian manfaat, pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan usaha energi terbarukan.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pembangunan energi terbarukan di Flores dengan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.