Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi para korban tindak kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seruan ini disampaikan saat ia memimpin apel bersama di halaman Kantor Gubernur NTT pada Senin (24/3/2025).
Dalam amanatnya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa dan melukai sejumlah warga, termasuk mereka yang berasal dari NTT. Salah satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah Rosalia Sogen, seorang guru asal Flores Timur yang gugur saat menjalankan tugasnya sebagai pendidik di Papua.
“Kita dikejutkan dengan berita duka dari Papua. Ada keluarga besar NTT yang menjadi korban dalam situasi konflik di Papua, sehingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Untuk itu, pada kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk menundukkan kepala, mengheningkan cipta, dan berdoa bagi arwah Ibu Rosalia Sogen, yang telah gugur dalam tugasnya mendidik anak bangsa. Kita juga berdoa bagi kesembuhan saudara-saudara kita, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan lainnya, yang mengalami luka berat agar segera diberi kesembuhan dan pulih kembali,” ujar Gubernur Melki.
Apel bersama ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT. Bertindak sebagai Komandan Apel, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Doris Alexander Rihi.
Gubernur Melki juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan dan perlindungan bagi para tenaga pendidik serta warga NTT yang bertugas di daerah-daerah konflik.
Peristiwa tragis di Papua ini menambah daftar panjang korban kekerasan yang menimpa tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah tersebut. Pemerintah NTT berharap ada langkah konkret dari pemerintah pusat dan aparat keamanan untuk meningkatkan perlindungan bagi warga yang mengabdikan diri di daerah rawan konflik.
Pemerintah NTT Siap Bantu Keluarga Korban
Selain mengajak doa bersama, Gubernur Melki juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan bantuan kepada keluarga korban, baik dalam bentuk pendampingan psikologis maupun dukungan lainnya.
“Kami akan memastikan bahwa keluarga korban, khususnya di NTT, mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Pemerintah NTT akan terus berupaya agar tenaga pendidik dan kesehatan yang berasal dari daerah ini mendapatkan perlindungan yang layak saat bertugas di luar daerah,” tutupnya.
Tragedi ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para tenaga pendidik dan kesehatan di daerah konflik. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk mendukung serta melindungi mereka yang mengabdi demi kemajuan bangsa. ***





