Suarantt.id, Atambua-Dalam semangat berbagi dan melanjutkan nilai kasih yang diwariskan oleh orang tua mereka, keluarga besar Go melalui Yayasan Felix Maria Go (YFMG) kembali menunjukkan kepedulian terhadap para romo yang telah purna tugas. Setelah membangun delapan kamar pada tahun 2011, kini mereka menambah empat kamar baru di Wisma Purna Bakti, Nenuk, Atambua.
“Kasih tidak berakhir dengan waktu, ia berlanjut dalam setiap karya,” ujar Fransiscus Go, Direktur YFMG, menegaskan filosofi yang mendasari pembangunan wisma ini. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari ajaran Felix Go dan Maria Goreti Yap, pasangan suami istri yang semasa hidupnya dikenal karena kemurahan hati mereka.
Wisma untuk Pengabdian yang Tak Terputus
Wisma Purna Bakti menjadi rumah bagi romo-romo senior yang telah mengabdikan hidup mereka bagi umat. Dengan tambahan empat kamar baru, kini lebih banyak romo dapat menikmati hunian yang nyaman dan layak.
“Kami membangun dengan sepenuh hati. Ini bukan sekadar proyek, tetapi bagian dari komitmen keluarga untuk terus mendampingi karya pastoral di Keuskupan Atambua,” kata Fransiscus Go, seorang pengusaha filantropi yang menetap di Jakarta.
Keluarga Go secara kolektif mendukung pembangunan ini, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa anggota mereka:
Robert Go, sebagai kakak tertua, menegaskan bahwa apa yang dilakukan keluarganya adalah bagian dari amanah orang tua.
Aci Getrida Go mengajak anak-anaknya turut serta, agar mereka belajar membantu sesama.
Antonius Go dan Yustinus Go mengapresiasi ketulusan Fransiscus Go dalam memperhatikan para romo.
Benyamin dan Densy Go menyebut pembangunan ini sebagai ungkapan syukur keluarga besar.
Domi Go, Aci Netha Go, dan John Go melihat ini sebagai wujud nyata ajaran orang tua mereka untuk selalu berbagi dan menjaga hubungan erat dengan gereja.
Ucapan Syukur dari Para Romo
Para penghuni wisma merasakan langsung manfaat dari kebaikan keluarga Go.
Romo Maxi Amnanu mengungkapkan rasa syukurnya, “Tidak semua orang awam Katolik punya perhatian seperti ini. Kami hanya bisa membalas dengan doa agar keluarga Go selalu diberkati.”
Sementara itu, Romo Emanuel Hane, yang telah menempati wisma sejak 2011, mengenang pertemuannya dengan Fransiscus Go sebagai momen penuh kebaikan. “Beliau tidak hanya membangunkan wisma, tetapi juga selalu peduli terhadap kebutuhan kami.”
Pembangunan Wisma Purna Bakti bukan hanya tentang menyediakan tempat tinggal bagi para romo senior, tetapi juga menjadi simbol warisan nilai yang terus dijaga dan diwariskan oleh keluarga Go—bahwa kasih sejati adalah yang terus berbagi dan memberi manfaat bagi sesama. ***





