Launching Lentera Perubahan, Gubernur NTT Tegaskan GMKI Tetap Jadi Lentera Bangsa

oleh -466 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Peluncuran Buku GMKI 'Lentera Perubahan' yang Dirangkaikan dengan Ibadah Syukuran Dies Natalis GMKI ke-76 di Gedung Kebaktian GMIT Karmel Fatululi pada Senin, 9 Pebruari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) harus terus memainkan peran sebagai lentera bangsa yang menerangi ruang-ruang gelap kehidupan sosial melalui gagasan, karya, dan pelayanan nyata.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Launching Buku GMKI berjudul Lentera Perubahan yang dirangkaikan dengan Ibadah Syukuran Dies Natalis GMKI ke-76, bertempat di Gedung Kebaktian GMIT Karmel Fatululi pada Senin (9/2/2026).

“Momentum Dies Natalis ke-76 GMKI hari ini menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan peluncuran buku Lentera Perubahan. Ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi bukti bahwa kader GMKI terus berpikir, menulis, dan berkarya bagi daerah dan bangsa,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Kegiatan yang mengusung tema “Berubahlah, Temukan Kasih Allah dalam Kehidupan” tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, Ketua GMKI Cabang Kupang Usi Andraviani Laiya, jajaran Badan Pengurus Cabang GMKI Kupang, para senior GMKI, serta kader GMKI.

Gubernur Melki mengapresiasi inisiatif GMKI Cabang Kupang yang menghadirkan karya intelektual melalui buku Lentera Perubahan: Jejak Gagasan dan Pelayanan Kader GMKI Cabang Kupang. Menurutnya, di tengah tantangan literasi dan arus pragmatisme, keberanian kader GMKI untuk menulis dan membukukan gagasan merupakan langkah strategis dan visioner.

“Judul Lentera Perubahan adalah metafora yang sangat kuat. Lentera adalah cahaya yang menerangi jalan di tengah kegelapan. GMKI sejak kelahirannya 76 tahun lalu telah menempatkan diri sebagai lentera di tengah bangsa, menerangi ketidakadilan, kemiskinan, dan krisis moral melalui gagasan serta pelayanan kadernya,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan rekam jejak pemikiran dan refleksi kader GMKI dalam merespons realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

“Buku ini menunjukkan bahwa kader GMKI tidak hanya hadir di ruang diskusi dan mimbar ibadah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, berpikir kritis, bekerja nyata, dan berakar kuat pada nilai iman,” tambah Gubernur.

Dalam refleksi usia ke-76 GMKI, Gubernur Melki menekankan pentingnya kedewasaan organisasi dalam bersikap dan bertindak. Ia mendorong GMKI untuk tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual di kampus, gereja, dan masyarakat.

“Jangan berhenti pada romantisme masa lalu. GMKI harus terus menjawab tantangan zaman dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak GMKI terlibat aktif dalam mendukung transformasi ekonomi NTT melalui berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi NTT seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), One School One Product (OSOP), NTT Mart, dan Gerakan Beli NTT.

“Bayangkan jika setiap kader GMKI menjadi lentera perubahan di komunitasnya masing-masing menjadi guru yang menginspirasi, pendamping desa yang solutif, atau penggerak ekonomi kreatif. Inilah kontribusi nyata yang kita harapkan untuk membangun NTT yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Kupang, Usi Andraviani Laiya, menyampaikan bahwa buku Lentera Perubahan lahir dari pergumulan iman kader GMKI dalam menyikapi realitas sosial di NTT.

“Buku ini adalah persembahan iman dan budaya bagi NTT. Ia lahir dari kegelisahan melihat kemiskinan, ketidakadilan, dan berbagai persoalan sosial di sekitar kita. Harapannya, buku ini dapat memotivasi generasi muda NTT untuk terus berbagi dan berkarya,” ujarnya.

Perwakilan senior GMKI, Winston Neil Rondo, yang juga menjadi salah satu penulis dalam buku tersebut, menegaskan bahwa Lentera Perubahan bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diperjuangkan.

BACA JUGA:  Wagub NTT Tinjau Jalan Rusak di Alor, Pastikan Perbaikan Dimulai Tahun Ini

“GMKI dilahirkan dari kegelisahan melihat kondisi gereja dan masyarakat. Karena itu kita membutuhkan kader yang jelas sikapnya, berintegritas, dan konsisten dalam mendukung perjuangan organisasi,” tegasnya.

Buku Lentera Perubahan kini telah tersedia dan dapat diakses melalui NTT Mart dengan harga Rp150.000 per eksemplar. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik gerakan literasi kader GMKI sekaligus memperkuat peran organisasi dalam membangun Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.