LLDIKTI XV NTT Dorong Penambahan Kuota KIP Kuliah dan Percepatan Sertifikasi Dosen

oleh -112 Dilihat
Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT Prof Adrianus Amheka dan Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Jonas K.G. D. Gobang. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kepala LLDIKTI Wilayah XV Nusa Tenggara Timur (NTT), Adrianus Amheka, mendorong penambahan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta percepatan sertifikasi dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terpadu Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Provinsi NTT yang mengusung tema “Membangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Industri dalam Rangka Akselerasi Pembangunan di NTT,” kepada wartawan pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Adrianus, kebutuhan akses pendidikan tinggi di NTT terus meningkat, sehingga penambahan kuota KIP Kuliah menjadi salah satu prioritas yang diharapkan dapat menjawab keterbatasan ekonomi mahasiswa. Selain itu, pihaknya juga berupaya mendorong percepatan jabatan fungsional dosen serta peningkatan jumlah dosen tersertifikasi.

“Kami akan memaksimalkan upaya percepatan jabatan fungsional dosen dan berharap adanya penambahan kuota sertifikasi dosen agar kualitas pendidikan tinggi semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik pada tahun 2026. Program tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi sosial, ekonomi, dan budaya secara langsung di tengah masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Jonas K.G. D. Gobang, menilai kegiatan rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di NTT, untuk memperkuat kolaborasi.

“Kolaborasi adalah kunci dalam pengembangan perguruan tinggi. Melalui forum ini, kita bisa saling belajar dari keunggulan dan keberhasilan masing-masing institusi untuk diterapkan di tempat kita,” jelasnya.

Jonas juga menyoroti program KKN Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) sebagai salah satu inovasi unggulan di NTT. Program tersebut merupakan bentuk nyata transformasi dari konsep Kampus Merdeka menuju Kampus Berdampak.

BACA JUGA:  KIP Kuliah Jadi “Jembatan Harapan”, Pemerintah Jamin Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Menurutnya, melalui KKN tematik tersebut, perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga hadir memberikan solusi terhadap persoalan strategis daerah, khususnya stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Program ini harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sejalan dengan program pemerintah provinsi maupun kabupaten,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam mendorong percepatan pembangunan di Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.