Suarantt.id, Kupang-Lurah Oesapa, Kiai Kia, mengungkapkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan praktik prostitusi online di Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa aplikasi seperti MiChat justru dapat menjadi alat bantu efektif dalam mendeteksi aktivitas berisiko di kalangan remaja dan mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Kiai Kia dalam rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang bersama para camat dan lurah se-Kota Kupang yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat (7/11/2025).
“Kami para lurah jangan dilarang menggunakan aplikasi MiChat. Kami gunakan bukan untuk hal lain, tapi untuk mendeteksi perkembangan dan pergerakan anak-anak atau mahasiswa yang terlibat dalam prostitusi online,” tegas Kiai Kia.
Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi tersebut dilakukan dalam konteks pengawasan sosial di wilayahnya, terutama untuk memantau pola interaksi digital yang berpotensi menjerumuskan anak muda ke perilaku berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS.
“Sekarang banyak aktivitas prostitusi berpindah ke dunia online. Sebagai lurah, kami perlu tahu bagaimana pola pergerakan itu agar bisa mengambil langkah pencegahan,” tambahnya.
Kiai Kia, yang juga dikenal sebagai salah satu warga peduli AIDS di Kota Kupang sejak tahun 2010, menuturkan bahwa peran kelurahan sangat penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Khusus di Oesapa, setiap menjelang tahun ajaran baru kami selalu berkoordinasi dengan sekolah dan kampus untuk menyampaikan edukasi tentang HIV/AIDS. Kami ingin memastikan anak-anak dan mahasiswa paham bahaya virus ini,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang menjadi sinyal bahwa perlu ada langkah-langkah inovatif dan kolaboratif untuk menekan angka penularan. Ia juga mengusulkan agar forum diskusi melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, dan semua pemangku kepentingan dapat dibentuk secara rutin untuk membahas strategi pencegahan yang lebih efektif.
“Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang makin hari makin meningkat. Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dan tokoh-tokoh harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya. ***





