Membangun Harapan Orang Muda di Tengah Tantangan Dunia Digital

oleh -1495 Dilihat
RD. Longginus Bone Pose Bersama Petugas Liturgi. (Foto Istimewa)

Suara-ntt.id, Kupang-Tantangan dunia digital yang semakin kompleks menuntut orang muda Katolik untuk memiliki harapan yang kokoh dan iman yang teguh. Dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Iman Orang Muda Katolik Tingkat Kota Kupang 2025, Romo Longginus Bone, Pr., selaku Moderator Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Kupang, menyoroti pentingnya membangun harapan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dalam pemaparannya, Romo Longginus mengaitkan tema “Memperbarui Harapan dan Memahami Diri sebagai Peziarah” dengan konteks tahun Yubileum 2025 yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus dengan tema Spes Non Confundit (Pengharapan Tidak Mengecewakan). Ia menegaskan bahwa manusia adalah peziarah yang memiliki tujuan hidup, namun sering kali menghadapi rintangan yang membuatnya putus asa.

Fenomena Kehilangan Harapan di Kalangan Orang Muda

Romo Longginus menyinggung fenomena yang cukup mengkhawatirkan di awal tahun 2025, yakni meningkatnya kasus bunuh diri di Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang. Menurut data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejak 2012 hingga 2023, terdapat 2.112 kasus bunuh diri di Indonesia, dengan 985 kasus di antaranya melibatkan remaja dan orang muda.

“Bunuh diri menjadi contoh nyata bagaimana kehilangan harapan dapat membawa seseorang pada keputusan yang salah. Orang muda, yang masih dalam pencarian jati diri, menghadapi tantangan besar di dunia digital. Jika mereka tidak memiliki mental yang kuat, mereka bisa terjebak dalam keputusasaan,” ujar Romo Dus Bone dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Iman Orang Muda Katolik 2025 yang mengusung tema “Memperbarui Harapan, Memahami Diri Sebagai Peziarah” yang berlangsung selama dua hari, sejak Senin (17/2) hingga Selasa (18/2), bertempat di Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Kota Kupang.

BACA JUGA:  OMK Kota Kupang Perkuat Iman dalam Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2025

Ia juga menyoroti berbagai faktor yang membentuk lingkaran tantangan bagi generasi muda, seperti:

  • Krisis Identitas
  • Pergaulan Bebas dan Hedonisme
  • Minimnya Pemahaman Agama
  • Pengaruh Media Sosial dan Internet
  • Krisis Moral dan Etika
  • Tantangan Ekonomi dan Karier

Menurutnya, dunia digital mempercepat informasi, tetapi juga memperburuk tekanan sosial dan psikologis yang dialami kaum muda.

Solusi: Berjalan Bersama dalam Iman dan Harapan

Romo Dus Bone mengajak semua pihak, mulai dari Gereja, keluarga, lembaga pendidikan, hingga komunitas orang muda, untuk berjalan bersama dalam membangun harapan dan keteguhan iman generasi muda. Ia mengusulkan beberapa langkah konkret, di antaranya:

  1. Menguatkan Pendidikan Iman dalam Keluarga
  2. Mendorong Orang Muda Terlibat dalam Organisasi Rohani (OMK, THS, dll.)
  3. Membantu Orang Muda Mengembangkan Keterampilan dan Kewirausahaan
  4. Menyediakan Ruang bagi Kreativitas Orang Muda
  5. Mengontrol dan Mendidik tentang Penggunaan Media Sosial
  6. Mengadakan Pendalaman Kitab Suci secara Rutin

Iman sebagai Dasar Harapan

Dalam refleksinya, Romo Dus mengutip Injil Lukas 5:1-11, di mana Yesus meminta Simon Petrus untuk “bertolak ke tempat yang lebih dalam” (duc in altum). Kisah ini menggambarkan bagaimana iman kepada Tuhan dapat menjadi sumber harapan di tengah keputusasaan.

“Kita sering merasa lelah dan putus asa seperti Petrus yang semalaman tidak menangkap ikan. Namun, ketika ia percaya kepada Yesus, ia memperoleh hasil yang luar biasa. Itulah harapan yang harus kita bangun dalam diri orang muda, bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari setiap kesulitan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Ia menutup pemaparannya dengan menekankan bahwa harapan lahir dari kasih Allah yang nyata dalam diri Yesus Kristus. Dengan terus mengandalkan Tuhan, orang muda diharapkan tetap menjadi peziarah yang berpengharapan, tidak mudah menyerah, dan terus berjalan dalam iman.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Soroti Disiplin ASN, Mutu Pendidikan, dan Rencana Jam Belajar Bersama Orang Tua

“Duc in altum – Bertolak ke tempat yang lebih dalam, berjalan bersama, dan bekerja bersama untuk membangun generasi muda yang penuh harapan!” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.