Meriahkan Hardiknas 2025, Disdikbud NTT Gelar Aneka Lomba Libatkan Ribuan Peserta

oleh -629 Dilihat
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo Pose Bersama Peserta Lomba di Halaman Kantor Pendidikan dan Kebudayaan NTT. (Foto Hiro)

Suarantt. id, Kupang-Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai sekolah dan perangkat daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh total 1.040 peserta, terdiri dari guru, siswa SMA/SMK/SLB, serta perwakilan dari perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Aneka kegiatan yang digelar meliputi: Tenis Meja Campuran Putra (126 peserta), Tenis Meja Campuran Putri (52), Bakiak Putra (128), Bakiak Putri (36), Tarik Tambang Putra (230), Tarik Tambang Putri (150), Line Dance (128), dan Bola Voli (290 peserta).

“Kegiatan tahun ini kita laksanakan dalam semangat Ayo Bangun NTT. Kita ingin menunjukkan bahwa sektor pendidikan siap mengambil peran dalam gerakan membangun NTT, dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan menerjemahkan ide-ide besar dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Ambrosius kepada media ini pada Selasa (22/4/25).

Menurutnya, pembangunan daerah harus dimulai dari pengenalan potensi lokal. Untuk itu, Disdikbud NTT tengah mempersiapkan kurikulum muatan lokal yang berfokus pada pengembangan potensi daerah di sekitar sekolah, terutama untuk tingkat SMK.

“Siswa-siswi kita akan diajak terlibat langsung dalam dunia pertanian, peternakan, dan perikanan, sesuai dengan potensi lokal di daerah masing-masing. Mereka juga akan mendapat nilai sebagai bagian dari muatan lokal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses ini dilakukan dengan semangat sukacita dan kegembiraan, agar para siswa termotivasi untuk terlibat aktif dalam gerakan Ayo Bangun NTT.

“Semua ini adalah bagian dari upaya kami menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan, pusat penggerak pembangunan berbasis potensi lokal,” tutup Kadis Ambros. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.