Suarantt.id, Tiongkok-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperluas peluang kerja sama internasional dalam bidang pendidikan. Dalam rangkaian kunjungan kerja di Republik Rakyat Tiongkok, delegasi NTT melanjutkan agenda usai menghadiri Konferensi Bahasa Mandarin Sedunia 2025 di Beijing dengan melakukan audiensi dan dialog bersama Center for Language and Education Cooperation (CLEC), Kementerian Pendidikan Tiongkok, pada 15 November 2025.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal CLEC Yu Yunfeng, perwakilan Divisi Volunteer Affairs dari Confucius Institute Wang Huichang, serta Deputi Direktur Jiangxi Science and Technology Normal University (JSTNU), Pei Hongwei. Diskusi berjalan intensif membahas peluang pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin di Provinsi NTT.
Tiongkok Berikan Dukungan Penuh untuk Pusat Bahasa Mandarin NTT
Dalam dialog tersebut, pihak CLEC menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana NTT membangun Pusat Bahasa Mandarin, sekaligus mendorong peningkatan jumlah penutur Mandarin di Indonesia, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur. Mereka juga memaparkan pengalaman JSTNU dalam mendirikan pusat-pusat bahasa di berbagai negara dan menyatakan kesiapan menjadi mitra utama NTT.
Komitmen NTT Perkuat Pembelajaran Mandarin di Sekolah dan Kampus
Delegasi NTT menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat pembelajaran bahasa Mandarin di SMA/SMK, perguruan tinggi, hingga lembaga pelatihan. Ada sejumlah lingkup kerja sama yang dibahas, antara lain:
- Pelatihan guru lokal
- Penyelenggaraan kursus dan program pembelajaran
- Pengembangan kurikulum
- Pertukaran tenaga ahli dan mahasiswa
- Kolaborasi kegiatan akademik, kebudayaan, dan workshop pendidikan
CLEC menegaskan bahwa MoU dengan Kementerian Pendidikan RI telah tersedia, sehingga kerja sama dapat segera ditindaklanjuti bersama JSTNU, KBRI Beijing, dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar.
Siapkan Pilot Project di Sekolah dan Kampus di NTT
Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk tim kerja bersama untuk memfinalkan desain program dan mengidentifikasi sekolah serta kampus yang akan menjadi pilot project penguatan pembelajaran bahasa Mandarin di NTT. Pemerintah Provinsi NTT juga akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek guna memastikan implementasi MoU berlangsung efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing generasi muda NTT, membuka peluang kerja global, serta memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok. ***





