Pemerintah NTT dan Save The Children Kolaborasi Lindungi Anak Perempuan dari Kekerasan

oleh -1874 Dilihat
Gubernur NTT Bersama Save The Children Tolak Kekerasan Ibu dan Anak. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Save The Children memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan perlindungan dan pemberdayaan anak, khususnya anak perempuan, melalui Program Nona Hebat. Komitmen ini ditegaskan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menggelar dialog bersama anak-anak perwakilan Program Nona Hebat yang berasal dari Kabupaten Kupang, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Senin (13/10/2025) siang.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Provinsi NTT, Ruth Laiskodat, serta perwakilan Save The Children.

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi Program Nona Hebat sebagai ruang bermakna bagi anak-anak, khususnya anak perempuan, untuk menyalurkan suara dan gagasan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan sosial seperti kekerasan verbal dan nonverbal, bullying, hingga penyalahgunaan media sosial.

“Anak-anak harus berani bersuara terhadap hal yang salah, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Kalian adalah agen perubahan untuk mewujudkan NTT yang aman, adil, dan inklusif,” tegas Gubernur Melki.

Ia menekankan pentingnya sikap tegas dalam menghadapi tindakan perundungan atau kekerasan, baik fisik maupun verbal. Menurutnya, tindakan bullying tidak boleh dinormalisasi dan anak-anak harus berani menegur serta melapor kepada orang tua atau guru.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter serta kesadaran akan batas diri dalam pergaulan. Ia menegaskan bahwa anak perlu diajarkan untuk memahami bagian tubuh yang tidak boleh disentuh serta berani menolak ketika merasa tidak nyaman.

Terkait penggunaan smartphone, Gubernur Melki mengakui bahwa teknologi memiliki sisi positif dan negatif. Ia berencana mendorong pembatasan penggunaan smartphone pada jam tertentu, terutama di sekolah, agar anak-anak lebih fokus pada kegiatan belajar dan interaksi sosial secara langsung.

“Penggunaan smartphone memang bermanfaat, tapi juga bisa membuat anak kehilangan kendali dan menjadi pribadi yang tertutup. Jika efektif, pembatasan ini akan kami atur melalui Peraturan Gubernur atau regulasi lainnya,” jelasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia mengingatkan agar kesibukan ekonomi tidak membuat anak kehilangan perhatian dan kasih sayang dari keluarga.

“Anak-anak perlu merasakan kasih dan kehadiran orang tua. Negara akan hadir, tapi keluarga adalah benteng pertama perlindungan anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas P3AP2KB akan memperkuat keberadaan Tim Perlindungan Anak di sekolah dan komunitas agar sistem perlindungan berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, turut menyampaikan apresiasi kepada Save The Children dan mitra kerja terkait yang telah mendorong anak-anak untuk berani bersuara melalui Program Nona Hebat.

“Anak-anak harus berani bersuara ketika melihat atau mengalami tindakan yang salah. Kalian adalah agen perubahan untuk menciptakan NTT yang aman bagi semua,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Laiskodat, juga menegaskan pentingnya keberanian anak-anak dalam melaporkan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah maupun rumah. Ia menyebut bahwa pelapor bukan pengadu, tetapi pahlawan yang membantu melindungi sesama.

“Anak yang menjadi korban tidak boleh terus hidup dalam trauma. Melapor bukan mempermalukan, tetapi menyelamatkan,” tegas Kadis Ruth.

Perwakilan Save The Children, Duma Situmorang, menyampaikan bahwa momentum Hari Anak Perempuan Internasional yang diperingati setiap 11 Oktober menjadi pengingat penting untuk terus memperjuangkan hak-hak anak perempuan di NTT.

“Pemberdayaan anak perempuan adalah investasi untuk masa depan Indonesia dan masa depan NTT yang adil serta inklusif,” katanya.

Untuk diketahui, Program Nona Hebat merupakan inisiatif Save The Children Indonesia, Yayasan Pulih, dan Yayasan Sanggar Suara Perempuan dengan dukungan Lego Group dan The Lego Foundation. Program ini bertujuan membangun ruang partisipatif bagi anak perempuan untuk menjadi pemimpin muda yang berani, peduli, dan inspiratif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.