Pemerintah Pusat dan Daerah Sinergi Tangani Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

oleh -514 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi BPNB Beri Keterangan Pers. (Foto RN)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah terus menunjukkan perhatian serius terhadap penanganan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen, Kamis (22/5/2025) di Kantor Gubernur NTT.

Usai rapat, Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa progres penanganan bencana menunjukkan hasil menggembirakan. Dua unit hunian sementara telah rampung dan sudah dihuni warga, sementara pembangunan kini memasuki tahap ketiga.

“Langkah-langkah penanganan bencana ini dilakukan secara terpadu. Dalam enam bulan terakhir, sudah terlihat hasilnya,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, selain membangun hunian sementara, pemerintah juga mendukung penuh warga yang memilih relokasi mandiri dengan membangun rumah di lahan milik sendiri.

Pada rapat tersebut, disepakati bahwa pembangunan hunian tetap akan dilakukan di wilayah Dinobol. Seluruh persoalan terkait lahan dan akses jalan telah diselesaikan. Suharyanto menjelaskan bahwa kementerian dan lembaga terkait kini mulai menjalankan tugas masing-masing.

“Kementerian PUPR akan membangun akses jalan dan perumahan, sementara BUMN, PLN, dan ATR sudah menyatakan kesiapan mereka,” jelasnya.

Suharyanto menekankan bahwa meskipun aktivitas vulkanik gunung belum sepenuhnya reda, pemerintah tidak tinggal diam. Ia mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman sejauh 7 kilometer dari kawah aktif.

“Status gunung masih fluktuatif dan belum pernah turun ke level dua. Kita harus hidup berdampingan dengan risiko, namun tetap menjaga keselamatan sebagai prioritas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemprov NTT sejak awal telah aktif mendukung penanganan bencana.

“Kami telah memberikan dukungan dana bagi Pemkab Flores Timur, khususnya untuk pembelian fasilitas dan logistik. Pemprov juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Bersama BKKBN NTT Bahas Sinergi Tangani Stunting dan Pembangunan Keluarga

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 unit rumah tetap di Dinobol agar para pengungsi dapat segera berpindah dari tenda maupun hunian sementara ke tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

“Sebagus apapun hunian sementara, itu tetap hanya sementara. Kita ingin warga tinggal di tempat yang layak dan aman,” tutup Kepala BNPB. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.