Suarantt.id, Kupang-Pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang profesional melalui sistem merit, bukan berdasarkan kedekatan atau kepentingan primordial.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Melki dalam sambutannya saat melantik 15 Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (19/5/2025), bertempat di Aula El Tari Kupang.
“Saya bersama Pak Wakil Gubernur Johanis Asadoma berkomitmen penuh membangun birokrasi berbasis merit system, bukan sekadar karena kedekatan atau kepentingan primordial,” tegas Gubernur Melki.
Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur NTT No. 816.2/1/48/BKD.3.2 tentang Pengangkatan dan Pengukuhan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov NTT. Agenda ini juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan Quick Win ke-6 dalam Program 100 Hari Kerja Melki–Johni, yaitu Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Efisien.
Gubernur Melki menegaskan bahwa proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjawab kepercayaan tersebut dengan kinerja dan prestasi yang nyata.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik adalah kunci utama dalam mempercepat tercapainya visi, misi, dan program pembangunan kita. Birokrasi harus bekerja dengan hati, akal sehat, dan tanggung jawab kepada rakyat,” kata Gubernur.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi NTT, seperti kemiskinan ekstrem, tingginya angka stunting, keterbatasan infrastruktur dasar, serta belum optimalnya pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan aparatur yang tidak hanya cerdas dan bekerja keras, tetapi juga memiliki dedikasi dan integritas tinggi sebagai pelayan publik,” ujarnya.
Gubernur Melki menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja pejabat akan dilakukan secara berkala guna memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak dan membawa perubahan yang signifikan.
“Kami ingin birokrasi NTT tampil sebagai birokrasi yang berakhlak, adaptif, kolaboratif, dan kompeten. Bangun sinergi, bekerja dengan hati demi kemajuan NTT,” pungkasnya.
Berikut daftar 15 pejabat Eselon II yang dilantik:
Drs. Ady E. Mandala, M.Si – Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat
Mahadin Sibarani, ST – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT
Drs. Alexander B. Koroh, MPM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP
Ir. Benyamin Nahak, MT – Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT
Joaz Bily Oemboe Wanda, SP – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Johny E. Ataupah, SP, MM – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Rosye Maria Hedwine, ST, M.Si – Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT
Drs. Benhard Menoh, MT – Kepala Badan Keuangan Daerah
Alfonisius Watu Rata, SE, MM – Sekretaris DPRD Provinsi NTT
Drs. Yohan A. Bunmo Loban, M.Si – Kepala Satpol PP Provinsi NTT
Agustinus R. Sigasare, ST – Kepala Biro Umum Setda NTT
Djoese Selestino Martins Nai Buti, S.Pt, M.Si – Kepala Biro Organisasi Setda NTT
Adelino da Cruz Soares, AKS., MPS.Sp – Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
Selfi Handrayani Nange, S.Sos, M.Si, M.Pub.Pol – Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan
dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B. – Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.***





