Pemkot Kupang Dukung Pembangunan Pastori II GMIT Hosana Sungkaen untuk Perkuat Pelayanan Gereja

oleh -591 Dilihat
Wali Kota Kupang Didampingi Anggota DPRD NTT dan Kota Kupang di Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Pastori GMIT Hosana Sungkaen. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Pastori II Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Klasis Kota Kupang Timur.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pastori II sekaligus kegiatan tali kasih jemaat yang berlangsung di Gedung Ibadah GMIT Hosana Sungkaen, Senin (9/3/26).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen Pdt. Ni Suwerti Ralahalo, Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Keny Sau, Pelaksana Tugas Camat Maulafa Imanuel Uly, Lurah Naimata Hendrik Banunaek, serta para majelis jemaat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa pembangunan rumah pastori tidak sekadar membangun sebuah bangunan fisik, tetapi menjadi simbol penguatan pelayanan gereja serta wujud kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Menurutnya, momen peletakan batu pertama tersebut menjadi tanda dimulainya sebuah komitmen pelayanan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan jemaat maupun masyarakat sekitar.

“Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi simbol dari pondasi pelayanan dan kasih. Momen ini menjadi tanda dimulainya pengabdian dalam pelayanan kepada Tuhan sekaligus pelayanan kepada sesama,” ujar Christian Widodo.

Iya menegaskan, Pemerintah Kota Kupang mendukung pembangunan Pastori II tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan gereja agar semakin dekat dengan jemaat dan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Kupang juga menyampaikan komitmennya untuk membantu pembangunan pastori tersebut melalui usulan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan diupayakan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026.

Lebih lanjut, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat kerukunan hidup antarumat beragama di Kota Kupang.

BACA JUGA:  Ahmad Talib Resmi Ditunjuk sebagai Ketua Bappilu PSI Kota Kupang

Menurutnya, Kota Kupang saat ini telah masuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia serta menerima penghargaan sebagai kota damai dan inklusif dari Menteri Dalam Negeri.

“Kota Kupang adalah rumah bersama bagi semua. Apa pun agama kita, mari kita terus menjaga kebersamaan agar kota ini tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam refleksi pelayanannya menyampaikan bahwa pembangunan Pastori II merupakan wujud keberanian iman jemaat di tengah berbagai keterbatasan.

Mantan DPRD NTT ini menegaskan bahwa peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kesaksian iman jemaat tentang kesetiaan dan kepercayaan kepada Tuhan.

“Hari ini kita tidak hanya melakukan seremoni peletakan batu, tetapi kita sedang menuliskan kisah kesetiaan. Di tengah dunia yang sering menghitung untung rugi, jemaat ini justru menghitung berkat dan penyertaan Tuhan,” ungkap Ketua DPW PSI NTT ini.

Menurutnya, semangat jemaat untuk membangun pastori tambahan dalam waktu yang relatif singkat menunjukkan kuatnya kebersamaan serta komitmen pelayanan dalam kehidupan persekutuan jemaat.

Pembangunan Pastori II tersebut diharapkan dapat menjadi rumah pelayanan bagi para hamba Tuhan, sekaligus memperkuat kehidupan persekutuan jemaat serta menjadi kesaksian iman bagi generasi mendatang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.