Pemkot Kupang Tegaskan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Kekerasan

oleh -1618 Dilihat
Wali Kota Kupang Didampingi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Pose Bersama Pengawas serta Para Kepsek SD dan SMP se-Kota Kupang di Hotel T-More Kupang pada Senin, 19 Januari 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan yang melibatkan para pengawas serta kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Kupang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel T-More Kupang, Senin (19/1/2026).

Dalam arahannya, Christian Widodo secara tegas menitipkan pesan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak ada lagi kekerasan seksual, fisik, verbal, maupun tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

“Saya titip pesan kepada para kepala sekolah, jangan lagi ada kekerasan seksual terhadap anak, kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun bullying. Saya tidak mau mendengar anak-anak dipukul, dilempar, atau diperlakukan kasar hanya karena melakukan kesalahan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa setiap anak yang melakukan kesalahan harus dibina dan ditegur dengan cara yang baik serta mendidik, bukan dengan kekerasan.

Menurutnya, tugas utama pendidik adalah membimbing dan mengarahkan anak, terlebih pada usia sekolah yang masih berada pada fase pengendalian emosi dan pembentukan karakter.

Wali Kota juga mengingatkan agar para guru tidak berlindung di balik alasan perubahan sikap anak-anak zaman sekarang untuk membenarkan tindakan kekerasan. Ia menilai, sikap melawan yang ditunjukkan anak harus dilihat secara proporsional dan disikapi sesuai tingkatannya.

“Kalau anak melawan dengan kata-kata, itu ada tingkatannya. Jangan sedikit-sedikit langsung dihukum dengan cara yang berlebihan. Kalau sudah ditegur masih mengulangi, panggil orang tuanya, dudukkan bersama, jelaskan baik-baik, lalu jalankan mekanisme sekolah,” ujarnya.

Christian Widodo menegaskan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan harus bertanggung jawab penuh terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya. Seorang pemimpin, kata dia, tidak boleh saling menyalahkan, melainkan harus berani melakukan evaluasi dan memastikan lingkungan sekolah tetap kondusif.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Kupang Buka Storytelling Buku Anak “Cepat Sembuh, Ciko!”: Edukasi Zoonosis dan Perlindungan Satwa Liar

“Pemimpin yang baik itu bertanggung jawab. Jangan bermain saling menyalahkan. Jaga sekolahnya dengan baik, evaluasi kalau ada masalah,” katanya.

Ia pun menegaskan tidak akan main-main dalam menangani kasus kekerasan di sekolah. Apabila ditemukan adanya kasus kekerasan terhadap anak, Wali Kota memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap kepala sekolah yang bersangkutan.

“Saya sudah sampaikan sejak awal, saya akan lembut pada caranya, tapi tegas pada tujuannya. Kalau sudah diingatkan berkali-kali dan masih terjadi, saya akan tegas. Ini demi kepentingan pendidikan anak-anak kita,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Christian Widodo menegaskan bahwa pada era kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan sekolah sebagai ruang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.