Pemprov NTT Maksimalkan Penanganan Darurat Banjir Bandang Nagekeo

oleh -1029 Dilihat
Gubernur NTT Beri Keterangan Pers Usai Paripurna DPRD NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Upaya penanganan darurat bencana cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir bandang di Kabupaten Nagekeo pada Senin (8/9/2025) terus dimaksimalkan Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kami telah rapat bersama untuk mengatasi masalah yang ada, dan setelah mencermati segala yang ada, saya langsung menghubungi BNPB di Jakarta untuk mengirim helikopter. Per hari ini (11/9/2025) juga Wakil Menteri PU sudah tiba di Nagekeo,” ujar Gubernur Melki Laka Lena kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna DPRD Provinsi NTT.

Melki menjelaskan, sejak hari pertama kejadian, kerja sama lintas instansi sudah dilakukan untuk memastikan bantuan darurat segera sampai kepada para korban. Berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, banjir bandang berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yaitu Mauponggo, Nangaroro, dan Boawae.

Bencana ini menelan korban jiwa empat orang, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian. Operasi SAR terus dilakukan meski terkendala cuaca dan medan yang sulit. Bupati Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem melalui Keputusan Nomor 330/Kep/HK/2025 yang berlaku 21 hari, terhitung 9–30 September 2025.

Untuk mendukung kebutuhan warga terdampak, Pemprov NTT melalui BPBD menyiapkan bantuan logistik berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, makanan tambahan untuk anak-anak, serta tenda keluarga. Bantuan dijadwalkan diberangkatkan hari ini, Kamis (11/9/2025), melalui jalur laut Kupang–Aimere.

“Yang penting sekarang kita pastikan dahulu semua korban bisa makan, minum, dan mendapatkan air bersih. Setelah situasi darurat teratasi, kita masuk ke tahap berikutnya, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegas Melki.

BACA JUGA:  Sulit Modal Usaha, DPRD NTT, Pemprov dan Perbankan Evaluasi Akses KUR bagi UMKM

Pemprov NTT bersama BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum RI, Dinas Sosial, dan BPBD NTT saat ini fokus pada pemenuhan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan sebagai prioritas utama.

Sementara itu, terkait pelaksanaan event Tour De EnTeTe yang sedang berlangsung dan akan melintasi Pulau Flores, Gubernur Melki memastikan jalur lintasan tour aman dilalui karena tidak terdampak bencana. “Untuk kegiatan tour sendiri tidak melewati rute yang terjadi bencana. Arena tour sendiri akan melewati jalan negara, namun lokasi bencana tidak termasuk pada jalan negara, jadi untuk rute seluruh Tour De EnTeTe sudah dipastikan aman,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.