Peserta Upacara Peringatan Pancasila  2025 di Ende Tampil dalam Balutan Pakaian Adat, Tegaskan Semangat Kebhinekaan

oleh -355 Dilihat
Gubernur NTT Gawi Bersama Peserta Upacara Peringatan Pancasila di Ende. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ende-Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende pada Minggu (1/6/2025) pagi. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin langsung peringatan nasional ini yang mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

Upacara dimulai tepat pukul 10.00 WITA dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, anggota DPR RI asal NTT Andreas Hugo Pareira, anggota DPD RI Angelius Wake Kako, Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Ende, para Bupati/Wakil Bupati se-NTT, pejabat BPIP RI, serta unsur akademisi, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan insan pers.

Keunikan peringatan tahun ini tampak dari antusiasme peserta yang hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara, mencerminkan semangat kebhinekaan yang menjadi fondasi Pancasila.

Upacara berlangsung dengan runtutan acara yang penuh makna pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, hingga amanat Gubernur yang membacakan pidato resmi dari Kepala BPIP RI, Prof. K.H. Yudian Wahyudi.

Dalam pidatonya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya momen seremonial, tetapi sebuah pengingat akan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam UUD 1945, tetapi adalah jiwa bangsa dan pedoman hidup kita bersama,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya menguatkan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan globalisasi, radikalisme, intoleransi, dan disinformasi digital. Melalui Asta Cita, delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah menempatkan penguatan ideologi Pancasila sebagai prioritas utama.

Ia memaparkan empat bidang utama yang perlu menjadi fokus pembumian Pancasila: pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan ruang digital. Pancasila, lanjutnya, harus ditanamkan sejak dini, dihidupi dalam pelayanan publik, menjadi dasar kebijakan ekonomi, dan menjadi etika berinteraksi di ruang maya.

“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Maka, Pancasila harus menjadi dasar dalam setiap pembangunan,” ujar Gubernur Melki.


Ia juga menggarisbawahi peran strategis BPIP dalam memperkuat ideologi Pancasila melalui program pendidikan, pelatihan ASN, penguatan kurikulum, dan kerja sama lintas sektor.

“Namun tugas ini bukan hanya milik BPIP, melainkan seluruh elemen bangsa, dari pusat hingga daerah. Kita semua adalah pelaku utama pembumian Pancasila,” tambahnya.


Menutup amanatnya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam setiap tindakan.

“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” ucapnya.

“Di Bumi Ende ini, Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!” pungkas Gubernur Melki dengan semangat.


Usai upacara, Gubernur dan Wakil Gubernur bersama para tamu undangan mengikuti prosesi simbolik penataan Bendera Merah Putih, Patung Garuda Bhinneka Tunggal Ika, serta Lambang Daerah Kabupaten Ende di bawah Pohon Sukun tempat bersejarah di mana Bung Karno merenungkan dasar negara selama masa pengasingannya di Ende tahun 1934-1938.

BACA JUGA:  Kepala Dinas Pendidikan NTT Tegaskan Akan Tindaklanjuti Kasus Ketidakdisiplinan Guru SMKN 1 Borong

Peringatan ditutup dengan penuh suka cita melalui tarian Gawi bersama seluruh peserta upacara di tengah Lapangan Pancasila, menciptakan suasana hangat dan akrab sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang terus hidup dan berkembang di tanah kelahirannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.