Suarantt.id, Atambua-Dalam rangka menjalankan tugas legislasi dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus aktif menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di berbagai daerah. Salah satu reses yang digelar di Kabupaten Belu menghadirkan Randy Agnisio Durhaman, anggota DPRD NTT dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 meliputi Kabupaten Belu, TTU dan Malaka, yang bertatap muka langsung dengan masyarakat Desa Rafae.
Masyarakat Keluhkan Infrastruktur dan Pelayanan Publik
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait infrastruktur jalan yang masih rusak, sulitnya akses terhadap air bersih, serta keterbatasan layanan kesehatan di daerah terpencil.
“Kami sudah lama berharap ada perbaikan jalan di desa kami, terutama jalur yang menghubungkan ke pasar dan pusat kesehatan. Ketika musim hujan, akses menjadi sulit, bahkan kendaraan sering terjebak lumpur. Selain itu, kami juga membutuhkan akses layanan air bersih serta bantuan alat pertanian seperti traktor,” ungkap seorang warga.
Keluhan lain datang dari para petani yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan kurangnya pelatihan peningkatan hasil produksi. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Komitmen DPRD untuk Menindaklanjuti Aspirasi
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Randy menegaskan bahwa pihaknya akan membawa masukan dari masyarakat ke tingkat provinsi untuk dibahas lebih lanjut dalam perumusan kebijakan daerah.
“Kami memahami bahwa perbaikan infrastruktur, penyediaan air bersih, dan peningkatan layanan kesehatan adalah kebutuhan mendesak masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong pemerintah provinsi agar memasukkan program-program prioritas ini dalam APBD mendatang,” ujar politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT ini.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengoptimalkan berbagai program yang telah tersedia. “Ada banyak bantuan dari pemerintah, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun pendidikan. Kami berharap masyarakat bisa lebih aktif mengakses informasi mengenai program-program ini agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya.
Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, beberapa pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) juga menyampaikan harapan mereka agar ada lebih banyak program pelatihan dan bantuan modal usaha bagi warga yang ingin mengembangkan bisnis. Mereka menilai bahwa akses terhadap permodalan masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan skala usaha mereka.
“Kami butuh bimbingan dan pendampingan agar usaha kami bisa berkembang. Selain itu, kemudahan dalam mendapatkan modal usaha juga sangat diperlukan,” kata seorang pelaku UMKM.
Randy pun menyatakan komitmennya untuk mendorong dinas terkait agar memperluas jangkauan program bantuan UMKM serta meningkatkan akses permodalan melalui kerja sama dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
Reses Akan Berlanjut ke Wilayah Lain
Kegiatan reses ini masih akan berlangsung hingga akhir bulan, dengan agenda kunjungan ke beberapa kabupaten lain di NTT. Setiap anggota DPRD dijadwalkan untuk bertemu langsung dengan masyarakat di dapil masing-masing guna memastikan bahwa seluruh aspirasi dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti dengan baik.
Di akhir pertemuan, Randy memberikan bantuan berupa sejumlah kursi bagi masyarakat Desa Rafae. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di desa, sekaligus menjadi simbol kepedulian dan gotong royong dalam masyarakat. (L.L.A)





