Sabu Raijua Jadi Penutup Rangkaian Kunker Gubernur Melki Laka Lena di NTT

oleh -685 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati dan Wabup Sabu Raijua Memberi Arahan kepada Pimpinan SKPD dan Kepsek di Daerah itu. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Seba-Kabupaten Sabu Raijua menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam 100 hari kerja pertamanya sebagai Gubernur. Kunjungan ini sekaligus mencatatkan Sabu Raijua sebagai kabupaten ke-22 yang dikunjungi oleh Gubernur Melki dan rombongan.

“Saya berkunjung ke Kabupaten Sabu Raijua yang merupakan Kabupaten ke-22 dari kunjungan kami berkeliling NTT dalam 100 hari kerja ini,” ujar Gubernur Melki dalam kunjungannya, Jumat (9/5/2025).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur didampingi oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo.

Dorong Produktivitas Pertanian dan Pengembangan Lahan Kering

Di area persawahan Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Gubernur Melki menekankan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian, baik di lahan basah maupun lahan kering. Ia mencatat bahwa dari total 2.000 hektare lahan yang ada, sekitar 90 hingga 100 hektare bisa ditanami dua kali dalam setahun.

“Produksi di Sabu Raijua memang relatif baik, tapi kita harus terus berupaya meningkatkan hasil per hektare untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkap Gubernur.

Melalui program optimalisasi lahan kering dari Kementerian Pertanian, ia berharap Sabu Raijua bisa memanfaatkan lahan di musim kering secara maksimal, didukung oleh fasilitas pertanian yang memadai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas pelaksanaan program swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pantau Program CKG dan Penanganan Stunting di Puskesmas Seba

Dalam kunjungan ke Puskesmas Seba, Gubernur Melki memantau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta penanganan stunting. Ia mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memaksimalkan program ini.

BACA JUGA:  Dituding Curi HP, Bocah Kelas III SD di Kupang Alami Trauma dan Tak Mau Sekolah

“Pelayanan ini gratis, jadi mari kita dorong warga untuk rutin melakukan pemeriksaan. Ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya pengawasan dalam penanganan stunting dengan melibatkan anggota keluarga sebagai pendamping ibu hamil dan menyusui.

Perkuat Sinergi Program Pusat dan Daerah

Di SMA Negeri 1 Sabu Barat, Gubernur Melki bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, jajaran perangkat daerah, serta para kepala SMA/SMK se-Kabupaten Sabu Raijua. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara program pusat, provinsi, dan kabupaten.

Beberapa program unggulan yang telah dijalankan dalam 100 hari kepemimpinannya antara lain penguatan Posyandu untuk penanganan stunting, Program Satu Desa Satu Produk yang didukung Koperasi Desa Merah Putih, Gerakan Beli NTT untuk meningkatkan konsumsi produk lokal, persiapan siswa ke sekolah kedinasan, optimalisasi PAD, serta tata kelola pemerintahan yang lebih efisien.

“Salah satu hal penting lainnya adalah upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini harus menjadi perhatian bersama untuk melindungi kelompok rentan di masyarakat,” tutup Gubernur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.