UMKM Rasakan Manfaat Pelayanan Jemput Bola, MPP Kupang Terbitkan NIB dan Sertifikat Halal di CFD

oleh -691 Dilihat
Warga Kota Kupang Manfaatkan Layanan MPP di Arena CFD Jalan El Tari pada Sabtu, 22 November 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pagi itu, Sabtu (22/11/25) suasana Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari Kota Kupang tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara deretan warga yang berolahraga dan pedagang kecil yang berjualan, tampak sebuah tenda pelayanan publik berdiri dengan spanduk bertuliskan “Mal Pelayanan Publik Kota Kupang Layanan Jemput Bola untuk Masyarakat”.

Dari balik meja pelayanan, sejumlah petugas sibuk melayani warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang datang membawa berkas dan ponsel mereka. Hari itu, pelayanan jemput bola yang digelar Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang menjadi bukti nyata bagaimana pemerintah bisa hadir langsung di tengah masyarakat, tanpa batas ruang dan waktu.

Legalitas Usaha Kini Tak Perlu ke Kantor

Melalui loket layanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), warga yang datang mendapatkan kemudahan luar biasa. Cukup membawa data diri dan informasi usaha, mereka dapat langsung berkonsultasi dan menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) di tempat.

Tak hanya itu, di sudut lain, petugas dari Kementerian Agama Provinsi NTT juga sibuk membantu pelaku UMKM yang ingin mengurus sertifikat halal untuk produknya. Suasana pelayanan terasa hidup, penuh semangat, dan jauh dari kesan birokrasi yang kaku.

Hasilnya, dalam satu pagi saja, 14 pelaku usaha berhasil menerbitkan NIB, sementara 5 pelaku lainnya mendapatkan sertifikat halal. Semua dilakukan di arena CFD yang ramai dan terbuka bagi siapa saja.

Pelayanan Publik yang Lebih Dekat

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Kupang, Nina Lauata, menjelaskan bahwa langkah jemput bola ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan dan kecepatan.

“Hari ini langsung terbit 14 NIB dan 5 sertifikat halal. Ini bentuk komitmen kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan kepastian legalitas untuk berkembang,” ujar Nina dengan senyum ramah.

Ia menegaskan, legalitas usaha adalah pintu utama bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Dengan memiliki NIB dan sertifikat halal, pelaku usaha tidak hanya lebih dipercaya konsumen, tetapi juga memiliki akses lebih luas terhadap pasar, kemitraan, dan pembiayaan.

“Kami ingin mendorong lebih banyak pelaku usaha agar tertib administrasi. Kalau administrasinya kuat, ekonomi rakyat ikut terangkat,” tambahnya.

Membuka Harapan Baru bagi UMKM

BACA JUGA:  Sekda Jeffry Pelt: Seleksi Eselon II hingga Lurah Ditargetkan Rampung Sebelum Januari 2026

Bagi para pelaku usaha, pelayanan seperti ini terasa sangat membantu. Maria, seorang penjual kue rumahan asal Oebobo, mengaku gembira bisa mengurus legalitas tanpa harus meninggalkan dagangannya terlalu lama.

“Biasanya harus ke kantor dan menunggu lama. Sekarang bisa langsung di sini, cepat dan dibantu petugas. Saya senang karena akhirnya usaha kecil saya punya NIB,” katanya dengan wajah sumringah.

Tak hanya Maria, beberapa pelaku usaha muda juga terlihat antusias. Mereka merasa dilibatkan dan dihargai sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah.

Menjadikan CFD Ruang Layanan dan Edukasi Publik

Pelayanan jemput bola di arena CFD bukan sekadar inovasi teknis, tetapi juga bentuk komunikasi publik yang efektif. Masyarakat bisa berolahraga, berdagang, dan sekaligus mengurus urusan administratif dalam suasana santai dan terbuka.

Kehadiran MPP di ruang publik seperti ini menunjukkan wajah baru birokrasi: lebih adaptif, transparan, dan menyenangkan. Pemerintah tidak lagi menunggu warga datang ke kantor, tetapi justru mendekat ke masyarakat di ruang-ruang yang mereka kenal dan nikmati.

Langkah Nyata Membangun Kepercayaan Publik

Program jemput bola MPP Kota Kupang menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa menjadi pengalaman yang positif dan memberdayakan. Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, pemerintah kota berupaya membangun kepercayaan publik dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Lewat pelayanan sederhana di CFD, puluhan pelaku usaha kini memiliki legalitas resmi modal penting untuk melangkah lebih jauh.
Bagi mereka, Sabtu pagi itu bukan hanya tentang olahraga dan rekreasi, tapi juga hari ketika mimpi usaha mereka mulai mendapat pengakuan resmi dari negara. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.