Wali Kota Kupang Apresiasi Event Budaya TDM: Ruang Kreatif dan Penggerak Ekonomi Lokal

oleh -1067 Dilihat
Momen Wali Kota Kupang Menggendong Anak Bayi di Event Budaya TDM. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menghadiri pembukaan Event Budaya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) yang berlangsung di Lapangan Gereja St. Petrus, TDM, pada Kamis sore (25/9/2025). Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan warga TDM dalam merayakan keberagaman budaya di lingkungan mereka.

Turut hadir Anggota DPRD Kota Kupang, Plt. Camat Oebobo, Romo Emos Daung, Lurah TDM bersama jajaran perangkat kelurahan, Ketua LPM, serta tokoh masyarakat setempat.

Apresiasi dan Komitmen Pemerintah Kota

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia serta masyarakat TDM yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Ia mengaku haru bisa hadir di tengah-tengah warga TDM.

“Saya senang sekali bisa hadir di sini. Tadi saya disambut dengan dua tarian dan senyuman hangat. Ini bukan seperti datang ke tempat orang lain, ini saya seperti pulang ke rumah sendiri, karena rumah saya juga di sini,” ungkap Wali Kota.

Ia menegaskan, kehadirannya bukan sekadar formalitas tetapi bentuk komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan budaya masyarakat. Tema kegiatan “Warna-warni Budaya di Bumi Flobamora” menurutnya tepat menggambarkan kekayaan budaya dan keberagaman etnis sebagai kekuatan, bukan perbedaan.

Event Budaya Dorong Ekonomi Lokal

Selain sebagai ajang silaturahmi, Wali Kota menekankan pentingnya nilai ekonomi dari kegiatan budaya. “Kalau kita ciptakan event seperti ini, kita juga menciptakan ruang ekonomi. Di mana ada keramaian, di situ ekonomi tumbuh. Ada yang jual minuman, makanan, produk UMKM. Jadi kegiatan seperti ini harus terus kita dorong,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berbagi tentang efisiensi anggaran Pemkot Kupang. Dirinya bersama Wakil Wali Kota tidak membeli mobil dinas baru demi menghemat anggaran hingga Rp1,6 miliar untuk dialokasikan kepada kebutuhan masyarakat.

“Satu mobil dinas bisa habiskan sampai Rp800 juta. Kami tidak beli baru, hemat Rp1,6 miliar. Penghematan ini agar anggaran terbatas bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Wali Kota menitipkan harapan agar Lapangan Gereja St. Petrus TDM dapat ditingkatkan kualitasnya melalui dana kelurahan tahun 2026, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal dan voli bagi anak-anak muda.

Keberagaman sebagai Kekuatan

Ketua Panitia Event Budaya TDM, Silvianus A. Tallo, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia, khususnya di Bumi Flobamora.

“Melalui tema ‘Warna-warni Budaya di Bumi Flobamora’, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan dan kebanggaan bangsa. Mari kita nikmati, cintai, dan lestarikan warisan budaya bersama-sama,” ujarnya.

Event ini berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2025, menampilkan berbagai kegiatan seperti Karnaval Budaya antar RT/RW, Tarian Kreasi Daerah, Fashion Show Daerah, Puisi Daerah, Turnamen Futsal U-13, Pameran UMKM, Tenun Ikat, dan Alat Tradisional.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai komunitas, sanggar seni, kelompok tenun ikat, UMKM lokal, serta sekolah-sekolah di lingkungan Kelurahan TDM seperti SDN TDM, SMPN 21, dan SMA St. Arnoldus.

Apresiasi Panitia

Atas nama panitia, Silvianus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung secara moril dan materiil. Ia juga memohon maaf jika terdapat kekurangan selama proses persiapan.

“Semoga segala ketidaksempurnaan ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih baik lagi, dan tidak mengurangi makna dari terselenggaranya Event Budaya TDM ini,” tutupnya.

Event Budaya TDM menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan budaya serta menggerakkan roda ekonomi lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.