Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka secara resmi kegiatan Advokasi Penyelenggaraan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang pada Selasa (25/11/25). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati beserta jajaran, Kepala UPTD Labkes Provinsi NTT, perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT, BPJS Kesehatan Cabang Kupang, para camat dan lurah, perwakilan RSUD S.K. Lerik, Perumda Air Minum Kota Kupang, Poltekkes Kemenkes Kupang, IOM Provinsi NTT, serta seluruh stakeholder terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik melalui berbagai inovasi dan perubahan cara kerja. Ia menekankan bahwa Pemkot berupaya menghadirkan kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk peluncuran dana pengaman sebesar Rp3 miliar di RSUD S.K. Lerik yang mulai diberlakukan tahun ini.
Dana tersebut digunakan untuk membantu pasien dalam kondisi kegawatdaruratan yang datang ke IGD tanpa kartu BPJS, BPJS tidak aktif, atau tanpa identitas. “Mereka tetap harus ditolong terlebih dahulu, ditangani dulu, gratis. Ini salah satu cara kita meningkatkan layanan kesehatan,” tegasnya.
LabKesda Jadi Garda Terdepan Pemeriksaan Kesehatan
Wali Kota juga menjelaskan bahwa Laboratorium Kesehatan Daerah (LabKesda) kini berperan penting sebagai garda terdepan pemeriksaan penunjang kesehatan. Dengan tarif sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan laboratorium swasta, LabKesda diharapkan dapat memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Menurutnya, perubahan cara kerja merupakan kunci untuk mencapai hasil yang lebih baik di sektor kesehatan maupun pembangunan lainnya. “Kalau kita mau dapatkan hasil yang berbeda, kita harus melakukannya dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah inovasi yang telah dilakukan Pemkot Kupang, seperti pembangunan Saboak sebagai ruang interaksi baru UMKM, pasar rakyat, pusat kreatif, serta rencana pelaksanaan car-free night untuk menghidupkan aktivitas malam sekaligus mendukung ekonomi masyarakat.
Dorong Perluasan Jejaring Kerja Sama
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota mendorong Dinas Kesehatan dan LabKesda untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk hotel, BPJS Kesehatan, penyelenggara kesehatan haji, hingga dapur MBG. Kerja sama tersebut mencakup izin higiene sanitasi, pemeriksaan sampel makanan dan air, serta pemeriksaan kesehatan karyawan.
“Ini semua untuk memastikan LabKesda terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah,” jelasnya.
Menutup sambutan, dr. Christian menegaskan perlunya inovasi dan keberanian keluar dari pola lama dalam menyelenggarakan layanan publik. “Ingat, hanya orang gila yang menginginkan hasil yang berbeda tetapi melakukan cara yang sama,” tutupnya.
Penguatan Kapasitas Labkesmas
Ketua Panitia, dr. Trio Hardina dalam laporannya menyampaikan bahwa Labkesmas merupakan komponen penting dalam penguatan sistem kesehatan daerah. Fungsinya meliputi penguatan surveilans epidemiologi, pemeriksaan lingkungan, serta penyediaan data laboratorium yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan kesehatan masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan gedung Labkesmas Kota Kupang merupakan dukungan pemerintah pusat melalui DAK bidang kesehatan. Sejumlah program pengembangan juga telah disiapkan, termasuk layanan pemeriksaan calon jemaah haji, kemitraan dengan fasilitas kesehatan, hotel, dunia usaha, dan layanan pemeriksaan kualitas lingkungan.
Labkesmas juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan berbasis biomolekuler untuk deteksi dini penyakit tertentu. Namun demikian, beberapa aspek perizinan gedung dan operasional masih dalam proses penyelesaian dan diharapkan segera rampung.
Melalui kegiatan advokasi ini, pihaknya berharap tercipta kesamaan persepsi lintas sektor, komitmen bersama, serta langkah operasional yang terarah agar penyelenggaraan Labkesmas berjalan efektif dan sesuai ketentuan. ***





