Gubernur Melki Laka Lena Dikenal sebagai Sosok Pemimpin yang Rendah Hati dan Dukung Kaum Muda

oleh -526 Dilihat
Gubernur NTT Disambut oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ignas Lega, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang RD. Krispinus Saku, Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI RD. Kristi Adi Prasetya, Ketua Komisi Kepemudaan Regio Nusra-Bali RD. Lingginus Bone. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri dan secara resmi membuka Rapat Koordinasi Komisi Kepemudaan Regio Nusra-Bali yang berlangsung di Aula Paroki St. Fransiskus Assisi-Kolhua, Kota Kupang, Jumat (25/7/2025) sore.

Mengusung tema “Orang Muda Katolik (OMK) Peziarah Berpengharapan di Era Digitalisasi Modern”, kegiatan ini diikuti perwakilan Komisi Kepemudaan dari setiap Keuskupan se-Regio Nusa Tenggara dan Bali. Hadir pula dalam acara pembukaan, Penjabat Sekda Kota Kupang Ignasius Lega, Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI RD. Frans Kristi Ady Prasetya, Vikjen Keuskupan Agung Kupang RD. Krispinus Saku, DPP Paroki, serta umat dan OMK setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyoroti dinamika era digital yang membawa kemajuan sekaligus tantangan besar, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara berpikir, berelasi, hingga hidup spiritual manusia modern.

“Era digital ini yang paling cepat dan paling adaptif itu orang muda,” tegasnya. “Tetapi jangan hanya menjadi penonton, melainkan terlibat aktif sebagai pembawa harapan, pewarta kabar sukacita, dan agen transformasi nilai-nilai Kristiani.”

Melki mengajak OMK untuk terlibat aktif membangun masa depan, bukan hanya sebagai pengguna teknologi tetapi juga pencipta solusi. Ia juga menyinggung pentingnya semangat kolaborasi lintas sektor yang selama ini terus didorong Pemprov NTT, termasuk melalui program One Village One Product (OVOP).

“Ke depan, kalau bisa setiap OMK menghasilkan produk unggulan berbasis Gereja. Produk itu jangan dijual mentah ke pasar, tapi kita beri sentuhan agar bernilai ekonomi dan budaya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Gerakan Beli NTT menjadi ruang baru bagi produk-produk lokal untuk dipasarkan secara digital. Dalam semangat ini, Gubernur mengajak OMK untuk menjadi bagian dari ekosistem transformasi digital NTT tidak hanya sebagai konsumen, tapi sebagai kreator, pelaku ekonomi kreatif, dan penjaga nilai-nilai lokal di dunia maya.

Melki menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Gereja dalam mendampingi kaum muda agar tetap memiliki arah dan moral yang kuat di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Saya memberikan apresiasi tulus kepada Komisi Kepemudaan Regio Nusra-Bali atas inisiatif mulia ini. Forum ini bukan hanya teknis, tapi rohani untuk memperbarui panggilan kita sebagai peziarah iman dan pengharapan,” tuturnya.

Ia pun berharap Rapat Koordinasi ini dapat menghasilkan strategi konkret dan kolaborasi kuat antar keuskupan, antar sektor, dan dengan pemerintah, demi membangun peradaban harapan di NTT yang berdampak luas.

Mengakhiri sambutannya, Melki Laka Lena mengajak seluruh OMK untuk aktif menyebarkan semangat positif di ruang-ruang digital sebagai bentuk kesaksian iman dan harapan di tengah masyarakat masa kini.

Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Regio Nusra-Bali RD. Longginus Bone dalam sambutannya mengatakan bahwa Orang Muda Katolik saat ini menghadapi tantangan besar di dunia digital. Mulai dari ilusi popularitas semu hingga krisis relasi sosial yang perlu dihadapi dengan nilai-nilai Kristiani.

“OMK dipanggil menjadi terang dan garam dunia di era ini. Jangan biarkan dunia digital menjauhkan kita dari nilai-nilai iman. Justru kita harus hadir di sana membawa harapan,” ujar RD. Longginus.

Ia mengajak para OMK untuk tetap melangkah bersama dalam iman dan kesadaran bahwa hidup adalah perjalanan menuju Allah menjadi peziarah pengharapan yang sejati.

Terkait kehadiran dan dukungan Gubernur NTT, RD. Longginus menyampaikan apresiasi tulus.

“Kami bangga memiliki pemimpin yang luar biasa. Bapa Gubernur Melki Laka Lena selalu hadir memberi motivasi bagi orang muda. Di tengah kesibukannya, beliau tetap seperti dulu, menerima siapa saja yang datang,” ungkapnya.

Rapat Koordinasi ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Melki melalui pemukulan gong dan penyerahan starter kit serta pengalungan ID Card kepada perwakilan peserta, menandai dimulainya momentum reflektif dan kolaboratif bagi OMK se-Nusra dan Bali. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.