Bukan Sekadar Bantuan, Kehadiran Wali Kota Kupang Pulihkan Harapan Warga Manutapen

oleh -884 Dilihat
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Bagi Warga Korban Bencana Angin Puting Beliung di Kelurahan Manutapen pada Sabtu, 17 Januari 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Puing-puing atap rumah masih berserakan, sementara raut lelah dan trauma tampak jelas di wajah warga RT 13, 14, dan 16 Kelurahan Manutapen, Kota Kupang. Angin puting beliung yang menerjang kawasan itu pada Sabtu dini hari, (17/1/2026), meninggalkan luka dan ketakutan bagi sedikitnya 19 kepala keluarga yang terdampak.

Namun, di tengah suasana duka dan kepanikan, secercah ketenangan hadir ketika Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tiba langsung di lokasi bencana. Tak sampai 24 jam setelah peristiwa tersebut, orang nomor satu di Kota Kupang itu datang bersama jajaran lengkap Pemerintah Kota Kupang, mulai dari BPBD, Tagana, hingga perangkat kelurahan.

Bukan sekadar meninjau, dr. Christian Widodo menyusuri lokasi, menyapa warga satu per satu, mendengar cerita mereka, menanyakan kondisi kesehatan, dan memastikan kebutuhan paling mendesak terpenuhi. Kehadirannya terasa lebih dari sekadar kunjungan pejabat—ia hadir sebagai pemimpin yang ingin memastikan warganya tidak menghadapi musibah sendirian.

“Kita datang untuk membantu bapak-ibu yang tertimpa bencana. Sebagai orang tua yang dipercayakan memimpin kota ini, maka saya datang pada kesempatan pertama untuk melihat langsung dan mendeteksi apa yang harus kita lakukan,” ujar dr. Christian Widodo di sela-sela kunjungannya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, langsung menyalurkan bantuan awal berupa sembako, selimut, terpal, dan kebutuhan darurat lainnya. Tak hanya itu, ia juga membuka harapan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat melalui program bedah rumah yang dimiliki pemerintah kota.

“Tahun ini kita punya program bedah rumah. Jika ada rumah warga yang terdampak bencana ini dan harus dibangun kembali, maka akan kita bantu melalui program tersebut,” tegasnya.

Bagi warga, kehadiran pemimpin di tengah situasi sulit menjadi penguat batin. Yopel Misa, warga RT 13 RW 04 Kelurahan Manutapen, mengaku sangat terharu. Dua rumah miliknya roboh akibat terjangan angin, menyisakan rasa takut yang mendalam bagi keluarganya.

“Kejadiannya sangat menakutkan. Tapi kehadiran bapak Wali hari ini sudah bikin kami tenang. Terima kasih banyak karena sudah datang melihat kami langsung,” ungkap Yopel dengan mata berkaca-kaca.
Cerita serupa datang dari Agustinus Bulu Kalli, warga RT 14 Kelurahan Manutapen.

Seluruh atap rumahnya terlepas diterbangkan angin kencang, memaksanya bersama enam anggota keluarga bertahan tanpa perlindungan. Trauma bencana Seroja yang pernah melanda NTT kembali teringat.

“Anginnya sangat kuat. Kami hanya bisa menangis. Saya kira ini Seroja kedua. Syukur pagi hari saya tahu tidak terlalu banyak rumah yang kena,” kisahnya.

Dengan suara bergetar, Agustinus menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih bapak Wali. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami doakan bapak selalu sehat dan kuat melayani warga Kota Kupang.”

Musibah memang datang tanpa aba-aba, namun kehadiran pemerintah yang cepat, empatik, dan responsif menjadi bukti bahwa pelayanan publik bukan hanya soal kebijakan, melainkan tentang keberanian untuk hadir, mendengar, dan memulihkan harapan warga di saat paling sulit. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.