GENTASKIN 2026: Gerakan Kolaboratif Menuju NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif

oleh -143 Dilihat
Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT Prof. Dr. Adrianus Amheka. (Foto Istimewa)

GENTASKIN 2026: Gerakan Kolaboratif Menuju NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif

Suarantt.id, Kupang-Upaya percepatan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui berbagai inovasi kolaboratif. Salah satunya hadir lewat Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik GENTASKIN yang diinisiasi LLDIKTI Wilayah XV. Memasuki tahun 2026, program ini tampil dengan wajah baru yang lebih luas dan transformatif, mengusung tema Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif.

Transformasi ini bukan tanpa alasan. Setelah sukses pada pelaksanaan tahun 2025 yang berfokus pada penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem, GENTASKIN kini dikembangkan untuk menjangkau dimensi pembangunan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyasar persoalan dasar, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Pada tahun sebelumnya, program GENTASKIN telah dilaksanakan di 25 desa prioritas yang tersebar di Kabupaten Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, dan Manggarai Timur. Sebanyak 367 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi lintas disiplin diterjunkan langsung ke masyarakat. Mereka menjalankan berbagai intervensi berbasis kebutuhan lokal, mulai dari edukasi gizi ibu dan anak, pendampingan posyandu, hingga penguatan ekonomi desa melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan.

Hasilnya pun mulai terlihat. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap gizi dan kesehatan meningkat, partisipasi posyandu bertambah, serta muncul berbagai usaha ekonomi produktif di desa. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pengasuhan anak juga menunjukkan tren positif. Program ini bahkan menghasilkan data baseline desa yang menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan berbasis bukti.

Memasuki tahun 2026, skala program GENTASKIN diperluas secara signifikan. LLDIKTI Wilayah XV menargetkan keterlibatan sekitar 2.000 hingga 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar NTT. Program ini juga akan menjangkau antara 100 hingga 200 desa prioritas di seluruh wilayah NTT, dengan pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Siapkan Tim Percepatan Ekonomi Kerakyatan Usai Evaluasi Setahun Kepemimpinan Melki-Johni

Dalam implementasinya, GENTASKIN 2026 akan difokuskan pada lima klaster utama, yakni edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM desa, peningkatan sanitasi lingkungan dan akses air bersih, literasi dan pendidikan keluarga, serta penguatan kelembagaan masyarakat dan inovasi lokal.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas, tidak hanya menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, tetapi juga membangun masyarakat yang tangguh dan inklusif.

Keunggulan lain dari program ini terletak pada pendekatan kolaboratif multipihak atau pentahelix. Perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas layanan kesehatan, kelompok masyarakat, dunia usaha, hingga media massa terlibat secara terintegrasi. Sinergi ini memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas, LLDIKTI Wilayah XV juga menghadirkan platform digital SILONTAR GENTASKIN. Sistem ini digunakan sebagai sarana pelaporan, monitoring, dan evaluasi berbasis data secara real-time, sehingga setiap perkembangan program dapat dipantau secara terukur.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV menegaskan bahwa penguatan tema GENTASKIN merupakan bagian dari implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak serta tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Pemerintah Provinsi NTT.

“Transformasi GENTASKIN dari fokus penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi gerakan menuju NTT yang sehat, kuat, dan inklusif merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pembangunan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan semangat Mahasiswa Berdampak, GENTASKIN diharapkan menjadi katalisator perubahan di tingkat akar rumput. Tidak hanya menghadirkan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan NTT yang lebih sehat, sejahtera, dan inklusif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.