Gubernur Melki Laka Lena Dukung Kolaborasi Human Initiative Tangani Stunting di NTT melalui “Golf for Humanity”

oleh -3048 Dilihat
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari Human Initiative untuk membahas kolaborasi penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari Human Initiative, lembaga publik independen yang bergerak di bidang kemanusiaan, di ruang kerjanya pada Senin (13/10/2025). Pertemuan ini membahas rencana kolaborasi dalam program penanganan stunting di NTT serta pelaksanaan kegiatan Golf for Humanity yang akan digelar untuk mendukung program tersebut.

Rombongan Human Initiative dipimpin oleh Bambang Suherman, Vice President Human Initiative, didampingi oleh Djafar Husein, Ketua Ikatan Alumni Golf Duta Besar, dan Egi Gustianan Putra, GM Komunikasi Human Initiative. Sementara itu, Gubernur Melki didampingi oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Kanisius Mau, Kepala Dinas Kesehatan drg. Lien Adriany, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Alexander B. Koroh, serta Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asty Laka Lena.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Suherman menjelaskan bahwa Human Initiative berperan sebagai lembaga kolaboratif yang menjembatani berbagai pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat dalam menangani isu kemanusiaan.

“Peran kami lebih banyak sebagai intermediator, menghubungkan pihak yang membutuhkan dengan pihak yang bisa membantu, serta memastikan sumber daya tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Human Initiative akan memulai program di NTT dengan fokus pada penanganan stunting sebagai model awal kolaborasi. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penyelenggaraan kegiatan Golf for Humanity di Sentul Highlands Golf Club pada Sabtu, 1 November 2025 mendatang.

“Kegiatan ini kami dedikasikan untuk membantu anak-anak NTT agar tumbuh sehat dan bebas dari stunting. Kami ingin mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk ikut berkontribusi secara nyata,” kata Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas inisiatif Human Initiative. Ia menegaskan bahwa permasalahan stunting di NTT merupakan tantangan besar yang perlu diselesaikan melalui kerja sama lintas sektor.

“Masalah stunting di NTT adalah tantangan besar yang harus diatasi bersama melalui kolaborasi semua pihak. Diperlukan sinergi agar kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih sehat bagi generasi emas Indonesia,” tegas Gubernur Melki.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Lien Adriany, menambahkan bahwa saat ini baru sekitar 45 persen puskesmas di NTT yang memiliki tenaga medis lengkap sesuai standar nasional. Karena itu, dukungan lintas sektor menjadi sangat penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asty Laka Lena, menyoroti pentingnya kolaborasi tidak hanya dalam menurunkan angka stunting, tetapi juga dalam menangani berbagai persoalan sosial lainnya.

“Selain stunting, kita juga menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem serta kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan berbasis digital. Semua ini perlu diintervensi secara bersama-sama,” ujarnya.

Bambang Suherman menyambut positif semangat kolaborasi dari Pemerintah Provinsi NTT dan berharap kemitraan ini dapat berlanjut untuk isu-isu kemanusiaan lainnya.

“Kami bersyukur dapat berdialog langsung dengan Bapak Gubernur dan jajaran Pemprov NTT. Jika model kolaborasi ini berjalan baik, kami yakin pendekatan serupa bisa diperluas ke sektor kemanusiaan lain,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana Human Initiative untuk bertemu para pengusaha di NTT guna membangun relasi dan membuka peluang kerja sama kemanusiaan yang berkelanjutan.

Menutup audiensi, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan harapan agar kegiatan Golf for Humanity dapat berjalan lancar dan sukses, serta menginspirasi para pengusaha yang terlibat untuk ikut membantu masyarakat NTT.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum kepedulian bagi dunia usaha untuk turut berperan aktif dalam penanganan stunting dan persoalan sosial lainnya di Nusa Tenggara Timur,” tutup Gubernur Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.