Gubernur NTT Ajak Gereja Perkuat Ekonomi Umat dalam Pentahbisan 11 Imam di Kupang

oleh -1009 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Wali Kota Kupang Pose Bersama Uskup Agung Kupang dan para Imam yang Ditahbiskan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak Gereja untuk terus memperkuat ekonomi umat melalui kolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Pentahbisan Imam dan Penutupan Tahun Yubileum Agung di Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang pada Selasa (6/1/2026).

Perayaan Ekaristi Kudus yang berlangsung khidmat itu dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Dalam perayaan tersebut, sebanyak 11 Diakon Projo Keuskupan Agung Kupang resmi ditahbiskan menjadi imam.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada para imam yang baru ditahbiskan. Ia menegaskan bahwa pentahbisan imam bukanlah akhir dari proses formasi, melainkan awal dari pengabdian seumur hidup dalam pelayanan kepada Tuhan dan umat.

“Pentahbisan ini bukan sekadar puncak perjalanan studi dan formasi, tetapi awal dari sebuah pengabdian seumur hidup sebagai imam Tuhan yang dipanggil untuk melayani dengan setia, rendah hati, dan penuh cinta kasih,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga berpesan agar para imam senantiasa setia pada panggilan suci di tengah tantangan pelayanan pastoral yang semakin kompleks. Menurutnya, imam harus hadir dekat dengan umat, mau mendengar, dan berjalan bersama umat dalam suka maupun duka.

“Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang juga senantiasa menyertai. Jadilah imam yang dekat dengan umat, hadir, mendengar, dan berjalan bersama umat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan pentingnya sinergi antara Gereja dan Pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat. Meski memiliki peran dan fungsi yang berbeda, keduanya dipanggil untuk saling melengkapi dalam melayani umat dan masyarakat luas.

“Gereja meneguhkan iman dan harapan umat, sementara pemerintah menghadirkan kebijakan dan kerja nyata yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kejati NTT Terima Kembali Berkas Perkara Eks Kapolres Ngada dan Tersangka Fani Sedang Dalam Proses Penelitian

Dalam konteks pembangunan daerah, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village, One Product (OVOP). Sejalan dengan itu, pemerintah mengajak Gereja dan komunitas umat untuk mengembangkan konsep One Community, One Product (OCOP) sebagai upaya konkret pemberdayaan ekonomi umat.

Produk-produk unggulan komunitas tersebut nantinya diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan NTT Mart yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-NTT. Langkah ini diyakini dapat memperkuat kemandirian ekonomi umat serta mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, dalam sambutannya menegaskan bahwa imamat bukanlah soal kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dunia dan menjadi jembatan kasih bagi sesama.

“Dunia dewasa ini membutuhkan imam yang berani hadir di tengah umat, mendengarkan kegembiraan dan harapan, sekaligus duka dan kecemasan manusia. Imam diharapkan menjadi jembatan kasih, bukan tembok pemisah,” tegas Mgr. Hironimus.

Salah satu imam yang baru ditahbiskan, RD. Andy Riang Hepat, dalam ungkapan syukurnya menyampaikan bahwa imamat adalah penyerahan diri secara total kepada Allah dan umat.

“Seorang imam bukan milik dirinya sendiri. Ia adalah milik Allah dan umat-Nya. Imamat bukanlah kedudukan, melainkan penyerahan diri secara total. Dengan penuh syukur, kami mempersembahkan diri kami kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Doakan kami agar setia menjadi imam hingga kekal,” ungkapnya.

Perayaan tersebut turut dihadiri Wali Kota Kupang Christian Widodo, unsur Forkopimda, para imam, biarawan-biarawati, serta keluarga dari para imam yang ditahbiskan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.