Suarantt.id, Kupang-Dalam era disrupsi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, literasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Hal tersebut disampaikan Valerius P. Guru saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) PMKRI Cabang Kupang yang digelar di Aula Susteran Belo pada Selasa (11/02/25).
“Pada dasarnya, istilah literasi kita gunakan karena kemampuan membaca dan menulis adalah kemampuan mendasar untuk menyampaikan dan menerima pesan,” ujar Valerius yang juga menjabat sebagai Kasubag Kepegawaian dan Umum BPPD Provinsi NTT.
Mengutip pandangan Kellner dan Share (2003), Valerius menjelaskan bahwa literasi berkaitan dengan kemampuan membaca, menafsirkan, dan menyusun berbagai jenis teks serta memperoleh keterampilan intelektual untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat.
“Dengan literasi, seseorang dapat meningkatkan harkat, martabat, dan perannya di tengah masyarakat. Literasi memberikan perangkat berpikir yang memadai untuk menjalankan peran dalam kehidupan sosial dan kebudayaan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah memiliki dasar hukum terkait literasi, yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengembangan Budaya Literasi. Perda tersebut menekankan pentingnya kemampuan memaknai informasi secara kritis guna mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lima Komponen Literasi yang Harus Dimiliki
Dalam paparannya, Valerius menjelaskan lima komponen literasi yang harus dikuasai mahasiswa:
- Literasi Dasar: Kompetensi mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung.
- Literasi Perpustakaan: Kemampuan memanfaatkan literasi perpustakaan secara optimal.
- Literasi Media: Pemahaman berbagai bentuk media, baik cetak, elektronik, maupun digital, serta tujuan penggunaannya.
- Literasi Teknologi: Kemampuan memahami perangkat keras dan perangkat lunak teknologi serta etika dalam penggunaannya.
- Literasi Visual: Kemampuan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat.
“Sayangnya, literasi di kalangan mahasiswa masih rendah. Generasi muda perlu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup yang memadai,” ujarnya.
Tujuh Kemampuan Mahasiswa di Era Disrupsi
Valerius menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki tujuh kemampuan kunci untuk menghadapi era disrupsi, yaitu:
- Kecakapan berbicara di depan umum
- Kemampuan memahami teknologi informasi
- Kemudahan menjalin relasi
- Kemampuan menulis
- Kepemimpinan
- Berpikir kritis dan problem solving
- Kemampuan mengatur waktu
Kegiatan LKK yang dihadiri 30-an peserta dari PMKRI Cabang Kupang, Kefamenanu, Belu, dan Malaka ini diakhiri dengan sesi berbagi buku dan foto bersama.
Apresiasi dari Peserta
Ketua Steering Committee LKK, Nufri Naisusu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Valerius Guru. “Terima kasih kakak atas sharing pengalaman dan pembagian buku. Ini menjadi wawasan berharga bagi kami dalam meningkatkan kompetensi di era disrupsi,” ungkapnya.
Kegiatan yang telah berlangsung sejak 9 Februari 2025 ini akan ditutup pada Sabtu, 15 Februari 2025. ***





