LLDIKTI Wilayah XV NTT Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi dan Dorong Lonjakan Guru Besar serta Akses Beasiswa

oleh -305 Dilihat
Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT, Prof Adrianus Amheka Beri Keterangan Pers. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Nusa Tenggara Timur (NTT), Prof. Dr. Adrianus Amheka menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus memperluas akses bagi masyarakat melalui berbagai program strategis.

Menurutnya, peran LLDIKTI sangat penting dalam mengawal kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi, sekaligus menyelaraskannya dengan kebutuhan pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Hal ini dilakukan melalui penguatan ekosistem riset dan inovasi serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“LLDIKTI hadir untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi tetap terjaga, baik dari sisi akademik maupun tata kelola. Kami juga memberikan berbagai rekomendasi terkait pembukaan program studi, akreditasi institusi, hingga pengembangan kelembagaan perguruan tinggi,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 30 Maret 2026.

Saat ini, LLDIKTI Wilayah XV membina 57 perguruan tinggi swasta (PTS) di NTT dengan total 319 program studi aktif. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah mengalami peningkatan status akreditasi, termasuk empat program studi yang telah meraih akreditasi unggul.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen juga terus menjadi perhatian. Dari sekitar 3.000 dosen di PTS, sebanyak 1.191 telah tersertifikasi, dengan 18 di antaranya telah menyandang gelar profesor. Tahun 2026 bahkan disebut sebagai “tahun panen guru besar” dengan penambahan sejumlah profesor baru di beberapa perguruan tinggi di NTT.

Meski demikian, Prof. Adrianus mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar, terutama dalam meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor yang saat ini baru sekitar 10 persen dari total dosen. “Kami terus mendorong percepatan studi lanjut dosen agar kualitas pendidikan semakin meningkat,” jelasnya.

Di sisi lain, LLDIKTI juga melakukan penataan melalui pembersihan data program studi yang sudah tidak aktif di pangkalan data pendidikan tinggi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Untuk mendukung akses pendidikan, pemerintah melalui LLDIKTI juga menyalurkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pada tahun ini, kuota penerima di NTT mencapai sekitar 2.554 mahasiswa baru, dengan total penerima kumulatif mencapai lebih dari 14.000 mahasiswa.

Namun, angka tersebut dinilai masih belum mencukupi jika dibandingkan dengan total sekitar 92.000 mahasiswa di NTT. “Masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Karena itu, kami terus mendorong dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta,” katanya.

Lebih lanjut, LLDIKTI juga mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui berbagai program, termasuk penguatan penelitian, peningkatan jabatan akademik dosen, serta pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang berdampak langsung pada penanganan kemiskinan dan stunting di daerah.

Dengan berbagai langkah tersebut, LLDIKTI Wilayah XV optimistis pendidikan tinggi di NTT akan semakin berkualitas dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Tidak boleh ada anak NTT yang tidak kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi. Ayo kuliah, ayo bangun NTT, Ayo Bangun Indonesia,” tegas Prof. Adrianus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.