Miris! Kebun Milik Petronela Tilis Warga Noemuti Dirusak OTK, Puluhan Tanaman Lenyap

oleh -817 Dilihat
Kondisi Kebun Milik Petronela Tilis Dibabak OTK. (Foto Istimewa)

Suarantt id, Kefamenanu-Kasus pengrusakan pagar kawat duri yang dilaporkan Petronela Tilis di Polsek Noemuti belum tuntas, kini kejadian serupa kembali terjadi. Kali ini, puluhan pohon pepaya dan singkong milik Petronela di lokasi Tfoen, Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dibabat habis oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada pertengahan Februari 2025.

Elfrida Kuriun, anak Petronela Tilis, mengungkapkan kejadian ini saat ditemui media pada Sabtu (1/3/2025). Menurutnya, mereka baru mengetahui pengrusakan tersebut ketika hendak memanen pepaya dan singkong di kebun.

“Kami biasanya menjual hasil kebun ke pasar Kefa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi saat ke kebun, kami menemukan pagar kawat dirusak, delapan pohon pepaya siap panen dipotong, dan seluruh tanaman singkong habis terbabat,” ungkap Elfrida dengan nada sedih.

Ia menduga, setelah pagar rusak, sapi-sapi masuk dan memakan habis tanaman singkong mereka. “Pagar yang dirusak OTK di bagian depan dan belakang menjadi jalan masuknya,” tambahnya.

Akumulasi Persoalan, Laporan Polisi Jadi Jalan Terakhir

Tim media yang menelusuri lokasi menemukan bahwa kebun Petronela memang mengalami kerusakan parah. Setelah itu, tim menemui Petronela dan anak-anaknya di kediaman mereka di Hueknutu, Oemeu, Desa Popnam.

Petronela menjelaskan bahwa laporan polisi yang dibuatnya bukan sekadar soal pagar kawat duri yang dirusak, tetapi merupakan akumulasi dari berbagai konflik sebelumnya. Salah satu konflik tersebut adalah dugaan penyerobotan sawah di lokasi Tfoen oleh Blasius Lopis, yang kini menjadi terlapor dalam kasus ini.

Selain itu, ada dugaan penyerobotan tanah di Ulumnut, yang berbatasan dengan sebuah kali kecil. Persoalan lainnya juga terjadi di lokasi kebun berbeda yang diduga melibatkan pihak yang sama. Hingga akhirnya, puncaknya adalah kasus pengrusakan pagar kawat duri di Hueknutu, Oemeu, yang mendorong mereka untuk melaporkan kejadian ini ke polisi.

BACA JUGA:  Tersentuh Kondisi Warga, Wali Kota Kupang Serahkan Kursi Roda bagi Pasien Stroke di RS Siloam

“Sampai sekarang, kami hanya bisa mengandalkan penjualan selada air di pasar Kefa untuk bertahan hidup,” ujar Elfrida pasrah.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Noemuti. Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengungkap pelaku dan memberikan kepastian hukum atas kasus yang menimpa Petronela Tilis dan keluarganya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.