Pakar Hukum: Jangan Cederai Citra Pemerintahan Christian-Serena Karena Dinamika Karang Taruna

oleh -685 Dilihat
Pakar Hukum Unwira Kupang Mikhael Feka. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Pengamat Hukum dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Feka, menyoroti proses pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Kupang yang dinilainya berpotensi menyalahi mekanisme. Ia menegaskan, jika Dinas Sosial tetap bersikeras melanjutkan proses yang dipersoalkan oleh para kader dan senior Karang Taruna, maka hal ini dapat menimbulkan polemik berkepanjangan.

Mikhael menjelaskan bahwa setiap organisasi memiliki mekanisme regenerasi yang seharusnya melibatkan pengurus lama. Menurutnya, keberadaan pengurus lama yang memiliki Surat Keputusan (SK) resmi membuat mereka tetap berwenang dalam proses transisi kepemimpinan.

“Jika ketua sebelumnya mundur, itu bukan berarti seluruh pengurus kehilangan kewenangan. Masih ada organ lainnya dalam struktur yang bertanggung jawab secara kolektif. Jika proses ini salah, maka hasilnya pun akan salah,” ujar pakar hukum kriminal itu dalam keterangannya kepada wartawan di Kupang pada Selasa (4/3/25).

Mikhael juga mengingatkan Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis, untuk lebih jeli dalam menyikapi masalah ini. Ia khawatir jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, legitimasi pemerintahan baru bisa terpengaruh.

“Dinas Sosial jangan sampai merusak citra Pak Chris dan Kaka Serena yang baru saja menjabat. Masalah ini seharusnya bisa diselesaikan di tingkat bawah tanpa perlu menjadi polemik besar,” tegasnya.

Karena itu, Mikhael menyarankan agar Wali Kota segera menghentikan seluruh proses pemilihan, melakukan evaluasi terhadap kinerja staf terkait, dan mengajak semua pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi terbaik.

“Saya yakin Pak Wali Kota bisa mengambil langkah tegas agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Apalagi nantinya beliau yang akan menerbitkan SK dan melantik pengurus baru. Jika proses ini tetap dipaksakan, patut dicurigai ada kepentingan tertentu di baliknya,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa pemilihan Ketua Karang Taruna ini digelar jauh sebelum pelantikan wali kota dan wakil wali kota yang baru.

“Tolong hargai pemimpin baru di kota ini. Jangan sampai justru kinerja staf mencederai wibawa mereka,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.