Pemprov NTT dan PDHI Bahas Strategi Pengendalian Rabies

oleh -888 Dilihat
Gubernur NTT Beraudiensi dengan PDHI Bahas Pengendalian Rabies. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Yohanes Octovianus, menerima audiensi Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTT, drh. Yohanes T. R. M. R. Simarmata bersama jajaran di VIP Pemda Bandara El Tari, Selasa (26/8/2025).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan antara PDHI dan Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya pengendalian penyakit rabies yang masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah.

Rekomendasi PDHI

Dalam paparannya, Ketua PDHI NTT menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya adalah penerapan lockdown hewan anjing selama enam bulan sebagai langkah efektif mencegah penyebaran rabies.

“Kami mengapresiasi langkah lockdown bagi hewan anjing selama dua bulan, karena hingga saat ini NTT didominasi kasus rabies dari gigitan anjing. Namun, enam bulan lockdown anjing akan lebih optimal,” jelas Yohanes.

Selain itu, PDHI menekankan pentingnya:

  • ketersediaan anggaran kesehatan hewan yang memadai,
  • penguatan vaksinasi rabies,
  • akurasi data kasus rabies, serta
  • kewaspadaan di kawasan wisata seperti Gua Monyet yang berpotensi menjadi lokasi penularan.

Komitmen Pemerintah

Menanggapi hal itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk mengambil langkah konkret dalam menekan penyebaran rabies.

Ia menyebut pencegahan rabies tidak bisa berjalan sendiri, melainkan memerlukan kerja sama lintas sektor. Karena itu, rangkaian kegiatan pencegahan rabies yang akan digelar pada September mendatang akan dikolaborasikan dengan Forkopimda dan stakeholder terkait.

“Kami serius mewujudkan NTT bebas rabies melalui langkah konkret, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya. ***

BACA JUGA:  Pelatihan Abon Ikan Jadi Langkah Strategis Pemkot Kupang Pulihkan Ekonomi Perempuan Penyintas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.