Suarantt.id, Ba’a-Mengakhiri masa jabatannya sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (15/2/25) hingga Minggu (16/2/25). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau lahan pertanian, mengunjungi perusahaan budidaya lobster, serta melakukan penanaman padi bersama petani setempat.
Turut mendampingi Penjabat Gubernur NTT dalam kunjungan ini, Penjabat Bupati Rote Ndao, Order Max Sombu, serta unsur Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Camat Landu Leko, Daniel Bola, dan Camat Rote Timur, Meliand Elferet Irwan Bulan.
Dorongan Optimalisasi Lahan Pertanian
Kunjungan pertama dilakukan di lahan persawahan Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko. Di hadapan para petani, Penjabat Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal.
“Ketika saya pertama kali ditugaskan sebagai Penjabat Gubernur NTT, tempat pertama yang saya kunjungi adalah Rote. Sekarang, di akhir masa jabatan, saya kembali ke sini. Rote memiliki banyak potensi lahan, dan saya menghimbau agar lahan kosong wajib ditanami, baik padi, jagung, maupun tanaman hortikultura seperti bawang dan cabai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia harus berupaya mencapai swasembada pangan dan menghentikan impor beras. “Lahan yang sudah diberikan Tuhan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Indonesia tidak boleh impor beras lagi, justru harus bisa ekspor,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan memerlukan kolaborasi semua pihak. “Presiden telah menginstruksikan agar TNI dan Polri turut terlibat dalam mendukung pertanian dan ketahanan pangan. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kita harus mencapai swasembada pangan,” katanya.
Apresiasi terhadap Budidaya Lobster di Mulut Seribu
Setelah meninjau lahan pertanian, Penjabat Gubernur dan rombongan bertolak ke Dermaga Mulut Seribu untuk mengunjungi PT. Cakrawala Lautan Abadi (CLA), sebuah perusahaan budidaya lobster di perairan Mulut Seribu, Desa Pukuafu.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kontribusi Kabupaten Rote Ndao dalam menyuplai kebutuhan lobster, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. “Saya berterima kasih bisa melihat langsung bagaimana budidaya lobster dilakukan di sini. Tempat ini adalah surga tersembunyi milik Rote Ndao. Lobster adalah masa depan pangan internasional, dan NTT memiliki hasil laut yang melimpah. Ini kekayaan yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk kemakmuran masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan dalam budidaya lobster, termasuk biaya operasional, pakan, serta metode perawatan yang masih memerlukan perhatian khusus agar produksi semakin optimal.
Dukungan bagi Petani di Rote Timur
Sebagai agenda terakhir, Penjabat Gubernur melanjutkan kunjungan ke Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, untuk menanam padi bersama para petani. Dalam arahannya, ia kembali menekankan pentingnya pemanfaatan lahan untuk menanam padi, jagung, dan tanaman hortikultura lainnya.
Selain itu, ia berdiskusi dengan petani mengenai kendala yang mereka hadapi, seperti ketersediaan benih, pupuk, dan alat pertanian. Ia meminta agar usulan kebutuhan tersebut disampaikan melalui proposal agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Saya minta para petani, penyuluh, kepala desa, dan camat untuk mengidentifikasi kebutuhan dan mengajukan proposal. Pemerintah siap membantu, mulai dari benih terbaik, pupuk, alat pertanian, traktor, pompa air, hingga sumur bor,” tuturnya.
Penjabat Gubernur juga menyinggung tentang program makan bergizi gratis yang sedang digencarkan oleh pemerintah. “Program ini membutuhkan banyak sumber daya pangan, dan kita harapkan rantai pasoknya berasal dari produksi kita sendiri,” katanya.
Dengan berakhirnya kunjungan ini, Pj. Gubernur menegaskan komitmennya dalam membangun sektor pertanian dan kelautan di NTT, serta berharap pemerintah daerah dapat terus melanjutkan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat. ***






