Semangat ‘Berani Maju’, Gubernur NTT Perkuat UMKM Lewat Inovasi Eco Fun, Eco Brick, dan Eco Impact

oleh -584 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan UMKM dengan simbol keberanian. Dalam sebuah kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, ia tampil mengenakan baju berwarna merah sebagai bentuk ajakan untuk berani melangkah maju membangun ekonomi daerah.

“Semua orang tahu saya pengurus Partai Golkar yang identik dengan warna kuning. Tapi hari ini saya pakai merah, karena merah itu simbol keberanian. Kita harus berani melangkah untuk memberdayakan UMKM kita,” tegasnya saat memberikan sambutan dan menyerahkan langsung bantuan program OVOP kepada kelompok masyarakat pengolah sampah plastik di Kelurahan Nunbaun Sabu Kecamatan Alak Kota Kupang pada Jumat, 27 Pebruari 2026.

Menurut Gubernur, keberanian menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM dan kelompok masyarakat yang mengelola potensi lokal. Ia menekankan bahwa penguatan UMKM harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT, Viktor Manek, menjelaskan terdapat tiga inovasi utama yang sedang dikembangkan, yakni Eco Fun, Eco Brick, dan Eco Impact.

Program Eco Fun digerakkan oleh kelompok masyarakat yang memiliki keterampilan dan pengalaman kerja sebelumnya, termasuk di bidang periklanan. Mereka memanfaatkan limbah plastik untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kursi dan berbagai produk kreatif lainnya.

Kemudian Eco Brick dikomandoi oleh para mama-mama yang mengumpulkan sampah plastik, mencacahnya, lalu memasukkannya ke dalam botol plastik ukuran tertentu. Botol-botol tersebut kemudian diolah kembali menjadi bahan baku produk bernilai jual. Skema ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Adapun Eco Impact menitikberatkan pada perubahan paradigma masyarakat terhadap sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini dikelola menjadi sumber ekonomi. Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Viktor Manek menambahkan, inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pertamina yang memfasilitasi mesin pencacah sampah. Pemerintah Provinsi NTT juga melakukan survei kebutuhan sarana dan prasarana bersama kelompok masyarakat untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Ke depan, pelatihan lanjutan akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual. Pelatihan tersebut juga melibatkan dukungan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank NTT serta pelatihan digital marketing dan ketenagakerjaan.

Gubernur berharap, gerakan ini menjadi momentum kebangkitan baru ekonomi desa berbasis potensi lokal. Ia menegaskan bahwa konsep One Village One Product bukan sekadar satu desa satu produk, melainkan satu wilayah dengan berbagai potensi unggulan yang mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat “berani maju”, Pemerintah Provinsi NTT optimistis UMKM dan ekonomi desa akan semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.