Semangat “Satu Bumi, Satu Keluarga”, PHDI Kota Kupang Gelar Rangkaian Nyepi 2026 Penuh Toleransi

oleh -543 Dilihat
Kegiatan Donor Darah dan Penyerahan Bantuan dari Pengadaian Area Kupang kepada PHDI Kota Kupang pada Minggu, 1 Maret 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang- Semangat persaudaraan lintas iman mewarnai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 Tahun 2026 yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang.

Mengusung tema Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti “Satu Bumi, Satu Keluarga” serta tagline “Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi simbol kuat toleransi dan kebersamaan di Kota Kupang.

Ketua Panitia Nyepi Caka 1948 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan resmi dimulai pada Minggu, 1 Maret 2026 dengan aksi bakti sosial donor darah dan bantuan sosial di Pura Agung Giri Kertha Bhuwana.

Kegiatan donor darah tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan UDD PMI Provinsi NTT serta dukungan tenaga medis dan paramedis, termasuk dokter-dokter asal Bali yang menetap di Kota Kupang. Menariknya, aksi kemanusiaan ini tidak hanya diikuti umat Hindu, tetapi juga umat Muslim dan Kristen yang turut ambil bagian dalam mendonorkan darah.

“Ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan melampaui sekat-sekat agama. Kita bersatu dalam kepedulian,” ujar Wayan kepada wartawan di sela-sela kegiatan donor darah.

Pada sore harinya, rangkaian dilanjutkan dengan kegiatan Saka Bhoga Sevanam di Masjid Al Fitrah Oesapa berupa pembagian takjil kepada umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama imam masjid, pengurus, remaja masjid, hingga ibu-ibu majelis taklim yang menyiapkan tempat, tenda, dan konsumsi.

“Kolaborasi ini sangat luar biasa. Kami menyiapkan dukungan dana, sementara seluruh persiapan teknis dibantu oleh pengurus masjid. Ini wujud nyata toleransi dan kekeluargaan,” tambahnya.

Selanjutnya, umat Hindu akan melaksanakan upacara Melasti pada Senin, 16 Maret 2026 di Pura Oebanan sebagai bagian dari rangkaian pra-Nyepi. Puncak perayaan akan digelar pada Rabu, 18 Maret 2026 dengan Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh yang direncanakan berlangsung di kawasan Patung Kirab Fatululi.

BACA JUGA:  Pemuda Katolik Kota Kupang Gelar Talk Show "Orang Muda Menatap Dunia"

Pemilihan lokasi tersebut, menurut panitia, mempertimbangkan pengembangan ikon kota di kawasan Taman Nostalgia (Tamnos) yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat, hiburan, serta ruang ekspresi lintas agama dan budaya di Kota Kupang.
Rangkaian perayaan akan ditutup dengan Dharma Shanti sebagai momentum mempererat tali persaudaraan antarumat.

Kegiatan Nyepi tahun ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kupang serta Tring by Pegadaian. Selain itu, sejumlah perbankan seperti BNI, Mandiri, dan bank swasta lainnya juga memberikan kontribusi, termasuk bantuan kaos senilai Rp30 juta dari Pegadaian untuk mendukung kegiatan ogoh-ogoh.

Astawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang melalui Bagian Kesra atas dukungan dana sekitar Rp70 juta, serta kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik secara kelembagaan maupun pribadi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh bahwa Kota Kupang benar-benar menjadi rumah bersama. Semangat ‘Satu Bumi, Satu Keluarga’ bukan hanya slogan, tetapi nyata dalam tindakan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.