Wagub Johni Asadoma Tinjau Progres K-SIGN di Rote Ndao, Target Produksi 200 Ribu Ton dan Serap 13 Ribu Tenaga Kerja

oleh -399 Dilihat
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Tinjau Pplrogres Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Landu Leko, Rote Timur. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ba’a-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau perkembangan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Landu Leko, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao pada Selasa (9/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung progres pembangunan kawasan yang digadang-gadang menjadi salah satu pusat produksi garam terbesar di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni didampingi Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dethan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Linus Lusi, serta Kepala Biro Hukum Setda NTT, Orde Maks Sombu. Setibanya di lokasi, rombongan disambut Deputi Project Manager, Eko Hartianto, bersama jajaran. Head Officer K-SIGN, Tulus Lait, turut memberikan penjelasan teknis terkait peta pembangunan, area penting, hingga prosedur operasional kawasan.

“Hari ini kami memperkenalkan lokasi Direksi Keet, Pond 1 hingga Pond 4, area kristalisasi, bittern pond, serta fasilitas umum yang disiapkan untuk menunjang operasional kawasan,” jelas Tulus Lait. Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses produksi garam menggunakan metode alami yang ramah lingkungan.

Quantity Surveyor proyek, Vikri, memaparkan bahwa pembangunan K-SIGN yang memiliki luas mencapai 883 hektare itu ditargetkan memasuki fase operasi awal pada Zona 1 di tahun 2026. Ia menyebutkan perkembangan teknis berjalan sesuai rencana dengan beberapa penyesuaian tanpa mengubah target utama.

Asisten II Sekda Rote Ndao, Anthonius Banepa, menambahkan bahwa produksi garam pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai 200 ribu ton. “Beberapa penyesuaian desain hanya berdampak pada jadwal pengerjaan, bukan pada target produksi. Kami memastikan semua berjalan sesuai standar teknis dan lingkungan,” ujarnya.

Wagub Johni mengapresiasi progres pembangunan K-SIGN yang dinilai cukup signifikan, mengingat proyek baru dimulai pada Agustus 2025. “Ini adalah kunjungan perdana saya, dan saya melihat perkembangan yang sangat baik untuk ukuran proyek yang baru dimulai beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  100 Hari Quick Win Gubernur Melki & Wagub Johni: Membangun NTT dari Koperasi Merah Putih hingga Meja Rakyat

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam pembangunan kawasan industri garam tersebut. “Tenaga kerja dari empat desa sekitar sudah terlibat aktif, dan ke depan kawasan ini diproyeksikan menyerap hingga 13 ribu tenaga kerja langsung,” katanya.

Menurutnya, K-SIGN tidak hanya akan menggerakkan perekonomian Kabupaten Rote Ndao, tetapi juga memberi kontribusi besar untuk kebutuhan garam nasional. “Kami berharap kawasan ini dapat mencapai kapasitas ekspor dalam beberapa tahun mendatang. Jika proyek ini beroperasi penuh pada 2027, Rote Ndao akan menjadi salah satu sentra garam terbesar di Indonesia,” tutup Wagub Johni Asadoma. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.